Djokovic meraih gelar keduanya di seri Grand Slam sekaligus Australia Terbuka usai mengandaskan Andy Murray tiga set langsung. Ini adalah kemenangan keduanya di Melbourne Park setelah yang pertama tahun 2008 lalu.
Meski ini bukan kesempatan pertama jadi kampiun, petenis asal Serbia itu mengaku tetap merasa takjub dengan sukses yang diraih. Apalagi di final dia bisa menang dengan relatif mudah atas Murray, setelah di semifinal mengandaskan Roger Federer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan usia yang baru 23 tahun, peluang Djokovic meraih lebih banyak gelar Grand Slam masih terbuka lebar. Apalagi seperti diakuinya sendiri, secara mental kini dia jauh lebih siap dan lebih matang.
"Setiap kali Anda berada di sana, Anda akan teramat sangat menginginkannya, tapi kemudian sesuatu yang salah terjadi. Anda berpikir terlalu banyak, terlalu banyak kekhawatiran di kepala. Ini perang mental, itu jelas. Intinya, pada akhirnya ini adalah olahraga mental," sambungnya.
Dilanjutkan Djokovic, suksesnya mengandaskan Murray tak bisa dilepaskan dari proses pendewasaan mental yang sudah dia lalui. Meski menganggap Federer dan Nadal berada di atasnya, dia mengaku siap bertarung dengan dua petenis tersebut.
"Saya tak ingin berhenti di sini...Saya baru 23 tahun dan semoga masih punya kesempatan lain memenangi Grand Slam. Ini benar-benar memberi saya motivasi besar. Ini dorongan kepercayaan diri yang luar biasa," lanjut dia seperti diberitakan Reuters.
"Tetap Rafa (Nadal) dan Roger menjadi dua pemain terbaik dunia. Anda tak bisa membandingkan sukses saya dan Murray dengan keberhasilan mereka. Menyenangkan melihat ada pemain baru yang bisa bertarung memperebutkan gelar Grand Slam. Hanya itu yang bisa saya bilang," tuntas dia.
(din/a2s)











































