Chairul Klarifikasi Insiden Taufik
Senin, 10 Mei 2004 20:25 WIB
Jakarta - Kabar kurang sedap melanda tim Thomas Indonesia. Pasalnya, pemain tunggal putra, Taufik Hidayat dikabarkan telah dilaporkan ke Polda setelah seorang yang mengaku bernama Ahmad Kalla. Namun, Chairul Tanjung segera membantah kabar yang ramai dibicarakan di saat beberapa jam tim Thomas akan menghadapi tim Cina. βTidak ada laporan ke Polda,β kata Ketua Umum PBSI kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/5/2004). Chairul juga meminta unutuk tidak mengaitkan insiden Taufik tersebut dengan politik. βItu orang mengaku-ngaku saja. Tidak ada itu ada yang pelaporan dari Ahmad Kalla,β tegasnya. Insiden tersebut terjadi sekitar jam makan siang di saat Taufik akan keluar makan. Saat itu, Taufik berniat untuk keluar makan dan dia memakai mobilnya Mitsubishi Evo berwarna merah dan keluar dari pintu senayan. Di saat sedang antri untuk keluar, tiba-tiba ada mobil yang mundur dari parkiran. Menurut laporan Taufik kepada Chairul Tanjung bahwa dirinya memperingatkan mobil tersebut dengan membunyikan klakson. Namun usaha Taufik tidak digubris sehingga mobilnya ditabrak. Insiden tersebut menimbulkan percekcokan antara Taufik dan sopir mobil tersebut. Tiba-tiba ada orang muncul keluar dari mobil lain dan ikut campur dalam masalah ini. Menurut pengakuan Taufik kepada Chairul Tanjung bahwa orang tersebut mengaku-sebagai anggota DPR dan juga adik dari calon wakil Presiden dari Partai Demokrat, Jusuf Kalla dan mengatakan bahwa namanya adalah Ahmad Kalla. Tanpa alasan yang jelas orang tersebut tiba βtiba ingin menutut Taufik dan mengajaknya ke Polda. Pebulutangkis asal Bandung ini yang mengaku ingin mengklearkan masalah tersebut akhirnya bersedia untuk ikut ke Polda.Namun dalam perjalanan ke Polda, orang tersebut meninggalkan Taufik dan menghilang di depan kompleks Widya Chandra. Taufik akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel dan mengadukan masalah ini kepada Chairul.Sementara kabar adanya saling memukul dibantah oleh Chairul. βMasalah itu memang belum clear, memang ada dorong mendorong tapi yang pasti tidak ada saling tonjok menonjok,β ungkapnya. Chairul juga menolak anggapan bahwa Taufik telah melanggar peraturan dengan keluar makan sendiri. βSudah ada karantina, satu lantai untuk putra dan satu lantai wanita. Anggap saja ini cobaan buat kita dan Taufik sendiri,β ujarnya. βDalam sistem karantina setiap pemain memang diperbolehkan keluar makan karena kita tidak memberikan atlet makanan tapi uang makan. Mereka sering makannya keluar ke Plaza Senayan,β lanjutnya.Namun, akibat insiden tersebut Chairul menyatakan pihaknya akan memberikan pengawalan kepada setiap pemain Indonesia. βPengawalan yang melekat akan diberikan kepada tim,β tegasnya. (key/)











































