Niatnya Membantu, Akhirnya Menggerutu

Niatnya Membantu, Akhirnya Menggerutu

- Sport
Selasa, 11 Mei 2004 08:18 WIB
Jakarta - Luar biasa dukungan penonton terhadap tim Thomas Indonesia saat melawan Cina semalam. Dari empat hari pelaksanaan kejuaraan Piala Thomas & Uber 2004, baru kali itu Istora Gelora Bung Karno bergemuruh sedemikian rupa.Pada pertandingan pertama tim Thomas Indonesia melawan Amerika Serikat, jumlah penonton yang datang ke Istora tidak sampai sepertiga kapasitas tempat duduk (10 ribu). Namun saat menghadapi Cina, sekitar tujuh ribu penonton datang ke Senayan. Istora pun terlihat lebih padat di hampir semua sisi, kecuali di deretan bangku di pojok atas tribun karena punya sudut pandang ke lapangan yang kurang nyaman.Besarnya animo penonton disebabkan lawan yang dihadapi Indonesia terbilang cukup berat, yang menurut prediksi penonton akan menampilkan pertarungan yang seru. "Lawan Amerika tidak seimbang, Mas. Nontonnya kurang seru," ujar beberapa penonton saat diwawancarai detikcom.Namun pertandingan yang diharapkan berjalan seru, ternyata tidak terjadi. Penonton justru sangat kecewa setelah para tukang pukul shuttle cock Indonesia dicukur 0-5 oleh anak-anak dari Negeri Tirai Bambu. Sejak partai pertama Sony Dwi Kuncoro versus Lin Dan, penonton dengan semangat meneriakkan yel-yel dan dukungan kepada tim Indnesia. Bahkan kebiasaan mencemooh pemainnya sendiri jika melakukan kesalahan tidak terlihat lagi. Namun kesetiaan penonton untuk memberikan dukungan ternyata berakhir, seiring dengan berakhirnya peluang Indonesia untuk memenangkan duel melawan Cina. Setelah kalah di dua partai pertama, Taufik Hidayat yang diharap bisa menyelamatkan peluang Indonesia ternyata justru mengikuti kegagalan rekannya. Spontan setelah kekalahan 0-3, sebagian besar penonton langsung meninggalkan Istora.Bahkan menjelang poin terakhir kekalahan Taufik, penonton mulai meluapkan kekesalannya. Tetapi kali ini sasarannya bukan Taufik, melainkan pengurus PBSI yang dinilai sangat mengecewakan. "Ganti pengurus, ganti pengurus sekarang juga," teriak sekelompok pendukung, yang sempat membuat suasana Istora menjadi tidak nyaman. "Malu-maluin, masak kita langsung kalah 3-0," ujar salah seorang penonton, yang mengaku datang dari Cilincing, Jakarta Utara. "Kalau kalah, jangan telak seperti inilah," timpal yang lain. Saat ditanya apakah masih akan memberikan dukungan kepada tim Indonesia pada pertandingan selanjutnya, beberapa penonton mengaku masih mau memberikan dukungan. "Lihat nantilah, kalau lawannya Selandia Baru mendingan nonton di rumah saja. Tapi kalau lawan Malaysia, sepertinya seru juga ditonton," katanya. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads