Jelang Uber INA Vs Jerman
Ivana: Peluang Fifty-fifty
Selasa, 11 Mei 2004 13:01 WIB
Jakarta - Kubu tim Uber Indonesia menetapkan hati tak ingin menjadi tim pecundang. Melawan tim Jerman di babak playoff, pelatih tunggal putri Ivana Lie tetap mengungkapkan optimismenya masih 50-50.Dua kekalahan beruntun yang diderita oleh tim Uber Indonesia ternyata tak menyurutkan semangat tim yang dimotori oleh Silvi Antarini itu. "Secara mental, pemain tentu ingin fight. Kita harus maju terus dan tidak mau menjadi pemain yang kalahan," tegas Ivana di sela-sela latihan tim Uber, Selasa (11/5/2004).Lawan yang bakal mereka hadapi kali ini merupakan para pemain Eropa yang punya kelebihan di tinggi badan. Meskipun secara fisik kalah, Lie tetap yakin anak-anak asuhnya mampu menyaingi Xu Huaiwen dkk. Pasalnya di pertandingan penyisihan terakhir lawan Belanda, Silvi dkk mampu bermain dengan gigih dan hanya kalah tipis 2-3."Perbandingan kekuatan kita dengan mereka (Jerman) sama. Mereka bagus dan hampir sama dengan Belanda (yang juga bertipe Eropa). Belanda lebih tingg kualitasnya, tapi tidak kalah jauh," ujar Ivana lagi.Meskipun semangat masih membara, tak kurang Ivana mengungkapkan sedikit kekhawatiran soal stamina para pemain. Namun karena tak banyak pilihan di kubunya maka Ivana belum akan merubah susunan pemain."Karena tidak banyak pilihan, maka takkan ada perubahan susunan pain. Kalau tak ada masalah yang turun ya itu-itu juga," ungkapnya.Soal pemain Jerman yang diperkuat oleh tunggal peringkat 12 dunia, Xu Huaiwen, Lie menyatakan bahwa dirinya tak khawatir. Kalau tunggal pertama Indonesia, Silvi, dalam stamina prima, maka pertandingan akan berjalan seru."Huaiwen bagus, tapi sama jugalah dengan Silvi. Ramai juga kalau Silvi dalam keadaan fresh (segar). Kita lihat sejauh mana dia bisa pulih dari kelelahannya. Kalau staminanya hanya turun sedikit, pertandingan pasti ramai," imbuh anggota skuad Uber tahun 1986 ini.Berbicara soal peluang timnya, Ivana masih menyatakan optimismenya."Peluang kedua tim 50-50. Peluang bisa berubah menjadi 51-49, bisa untuk Indonesia, bisa untuk Jerman. Namun peluang kami memang lebih baik jika dibandingkan dengan lawan Belanda," tandas Ivana. (erk/)











































