Jelang Thomas INA Vs Malaysia
Wong Choong Han Pede Lawan Sony
Rabu, 12 Mei 2004 14:07 WIB
Jakarta - Menghadapi tunggal pertama Indonesia Sony Dwi Kuncoro di perempatfinal malam ini, tunggal pertama Malaysia Wong Choong Han menyatakan bahwa peluangnya melawan Sony adalah 50-50. "Saya punya rekor pertandingan 3-1 melawan Sony. Meskipun saya unggul namun kali ini saya rasa kami sama-sama berpeluang untuk menang," ujar Wong kepada detikcom di sela-sela latihan tim Malaysia, Rabu (12/5/2004).Wong berhasil mengalahkan Sony di semifinal kejuaraan dunia 2003, perempatfinal Malaysia Terbuka 2003, dan terakhir di final Taiwan Terbuka 2003. Sementara Sony mengalahkan Wong di turnamen Swiss Terbuka 2003.Ketika ditanya apa yang bakal dia lakukan untuk memenangkan pertandingan dalam pertemuan kelimanya dengan Sony, pebulutangkis berusia 27 tahun ini menyatakan bahwa itu hanya akan ditemukan saat pertandingan berlangsung. "Saya rasa ada banyak kelebihan maupun kekurangan yang saya maupun dia miliki. kita hanya perlu melihat mana yang unggul dalam pertandingan malam ini," ujar pebulutangkis peringkat tiga dunia itu. "Saya tak bisa katakan sekarang, itu rahasia," lanjutnya sambil tertawa. Meskipun enggan mengungkapkan apa yang bakal menjadi 'senjata rahasianya' dalam pertandingan malam nanti, namun Wong sempat berucap kalau dukungan penonton Indonesia akan sangat menentukan. "Kalau saya dalam performa yang prima dan saya bisa mengatasi tekanan dari penonton, saya rasa saya bisa menghasilkan yang terbaik buat tim saya," ujarnya. "Saya berharap tim saya menang. Ada pepatah bilang 'When there's a dream there's a chance'. Jadi boleh dong berharap?," lanjut Wong lagi. Sementara menyoal pertemuan Wong dengan Sony, pelatih Thomas Malaysia Misbun Sidek menyatakan bahwa peluang anak asuhnya melawan pebulutangkis berperingkat sembilan dunia itu adalah seimbang. Menurut Misbun meskipun peringkat Wong masih diatas Sony, namun kualitas keduanya tak jauh berbeda. Ia juga mengungkapkan kalau peringkat dunia tak terlalu berpengaruh, yang penting adalah kualitas permainan individu itu. "Sony memang pemain muda, namun ia punya kualitas yang bagus. Peringkat dunia itu tak penting, yang penting adalah kualitas pemain itu sendiri," ungkap saudara kandung pebulutangkis legendaris Malaysia Rashid Sidek itu. "Misalnya saja taufik, meskipun dia berperingkat belasan dunia, namun dia sebenarnya punya kualitas yang bagus. Karena dia tidak ikut turnamen sebanyak Sony saja, maka peringkatnya dibawah Sony, kalau dia ikut turnamen sebanyak sony peringkatnya pasti lebih baik," lanjutnya.Soal peluang timnya sendiri melangkah ke babak berikut, Misbun menyatakan bahwa ia tak berharap banyak. "Indonesia sudah sering mengalahkan kami. Jadi untuk pertandingan kali ini kami tak berharap banyak. Hari ini saya memberikan sebuah piala kecil kepada para pemain. Saya bilang, 'kalau kalian main bagus, maka kalian boleh ambil piala yang besar (Piala Thomas)," ujar Misbun setengah berkelakar. (erk/)











































