DetikSport
Kamis 13 Mei 2004, 16:56 WIB

Thomas & Uber 2004

Cina ke Final Uber

- detikSport
Jakarta - Luar biasa tim putri Cina. Sepanjang perhelatan Uber tahun ini, skuad yang dikepalai oleh Li Yongbo itu belum sekalipun kehilangan gim. Setelah menggilas Indonesia 5-0 di partai pembuka grup A, mereka mencukur Belanda dengan skor sama. Di perempat final, tim anak bawang Malaysia pun tak mampu mencuri gim. Dalam semifinal hari ini Gong Ruina dkk kembali menorehkan angka sempurna setelah menaklukkan Jepang 3-0. Hebatnya mereka juga baru kehilangan satu set atas andalan Indonesia Silvi Antarini, yang mencuri set kedua dari Ruina kala keduanya bertemu di penyisihan grup. Tampaknya Cina hanya tinggal menunggu waktu untuk merengkuh gelar Uber kesembilan mereka. Ruina membuka keunggulan timnya setelah dalam partai pertama menundukkan andalan Jepang Kanako Yonekura dengan straight set<\/I> 15-5 15-2. Di set pertama, Kanako sebenarnya mampu mengimbangi Ruina. Peringkat sebelas dunia itu berhasil memimpin 3-0 lewat pukulan drop shot<\/I> akurat dan netting<\/I> sempurna. Namun Ruina berhasil mengejar ketinggalan dan menyamakan kedudukan 3-3. Pada kedudukan 5-5, Kanako kembali mampu mengimbangi permainan peringkat satu dunia itu. Pada angka ini terjadi beberapa kali perpindahan bola. Sayang Kanako selalu gagal memanfaatkan kesempatan yang ada dengan melakukan kesalahan sendiri yang menjadi keuntungan buat Ruina. Pebulutangkis cantik itu pun mengunci Kanako di angka lima sebelum menutup set pertama 11-5. Set kedua praktis menjadi milik Ruina. Berkat teknis sempurna yang dimilikinya, pebutangkis yang juga nyambi sebagai model di tanah kelahirannya itu pun menang mudah 11-2. Cina menggandakan keunggulan lewat ganda Gao Ling\/Huang Sui yang mengalahkan ganda Jepang Shizuka Yamamoto\/Seiko Yamada 15-3 15-2. Gao\/Huang tampak terlalu tangguh buat pasangan Yamamoto\/Yamada. Pasangan berperingkat 10 dunia itu tampak kewalahan meladeni permainan cepat Gao\/Huang dan kalah 15-3. Gao tampak menjadi pemain kunci dari duet peringkat satu dunia itu. Pemain berparas cantik itu sering melesakkan smesh keras yang tak mampu dijangkau lawan. Tak jarang smesh andalan Gao membuahkan angka kemenangan. Setelah unggul jauh 7-0, Yamamoto\/Yamada baru bisa menuai angka. Namun mereka mandeg di angka dua. Lewat sebuah smesh, hasil penggembalian tanggung Yamamoto, Huang memastikan kemenangan Cina 15-2. Di gim penentuan, Kaori Mori sempat membuka harapan Jepang. Pebulutangkis berperingkat 13 dunia itu mampu meladeni permainan tunggal kedua Cina Zhang Ning. Target harus menang tampaknya membuat Zhang tampil kurang tenang. Tak jarang pengembalian peringkat dua dunia itu melebar atau nyangkut net hingga Mori bisa menambah angka. Sayang Mori tak dapat memanfaatkan banyaknya kesalahan Zhang. Meski mudah melakukan kesalahan, Zhang selalu mampu memanfaatkan kesempatan hingga set pertama direbut dengan angka 11-7.Di set kedua Mori masih mengandalkan pukulan-pukulan akuratnya. Zhang pun belum lepas dari kesalahan sendiri. Pertarungan kembali berjalan alot, namun Zhang dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan lebih baik. Titik lemah Mori pun sudah diketahuinya, yaitu di sisi backhand<\/i>. Tak jarang dari sisi ini Zhang menuai angka demi angka sebelum menutup set kedua sekaligus memastikan kemenangan Cina dengan skor 11-7. Di final yang berlangsung besok, Cina akan menghadapi pemenang pertandingan Denmark versus Korea Selatan.
(mel/)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed