Tiket Pertandingan Habis, Panitia Cetak Ulang
Jumat, 14 Mei 2004 15:33 WIB
Jakarta - Lolosnya tim Thomas Indonesia ke semifinal membuat animo masyarakat untuk menonton pertandingan semifinal dan final menunjukkan perkembangan signifikan. Menurut keterangan koordinator tiket, Nandi D. Nadpodo, pihaknya telah mencetak ulang tiket untuk pertandingan semifinal hari ini."Tiket untuk pertandingan hari ini sedang dalam pencetakan ulang. Biasanya kami menjual 5000 buah tiket, namun hari ini kami mencetak ulang 1150 tiket lagi. Sekarang tiket tambahan sedang dipervarasi di Dispenda DKI," ujar Nandi kepada detikcom.Nandi menjelaskan bahwa pihaknya hanya akan mengalokasikan maksimal 8000 tiket untuk pertandingan yang digelar di stadion berkapasitas 10.000 penonton itu. Pasalnya sekitar 2000 tiket dialokasikan untuk pihak sponsor."Di setiap pertandingan kami mengalokasikan 5000 sampai maksimal 8000 tiket. Kapasitasnya memang 10.000, namun harus diingat kalau kami harus menyediakan sekitar 2000 kursi untuk delegasi-delegasi. Misalnya untuktiket semifinal hari ini, belum lagi didistribusi tiket-tiket buat semifinal itu sudah diblok-blok untuk delegasi. Ada dari Bank Mandiri, ada orang pesen, dan lain-lain semacam itu," jelasnya.Untuk mengantisipasi kesulitan yang dialami akibat membludaknya penonton, pihaknya telah memberi instruksi kepada 80 orang petugas tiket untuk siaga. "Total petugas untuk mengurusi tiket adalah 80 orang. Satu orang sebagai doorman, satu orang internal security (satpam). Sementara di dalam ada 12 usher yang disiagakan di antara kelas I dan kelas VIP.""Tugas mereka (usher) adalah untuk mencegah penonton loncat dan mengurangi jumlah penonton yang nakal. Misalnya, aslinya di kelas satu tapi karena pembatas antar kelas hanya pagar pendek, penonton yang nakal bisa loncat dengan mudah ke kelas VIP dan minta cap VIP di petugas di luar," jelas Nandi.Menyoal berkeliarannya calo tiket di arena pertandingan, Nandi mengaku pihaknya kesulitan untuk mencegah peredaran mereka. Pasalnya calo-calo tiket ini memesan tiket sesuai prosedur."Misalnya kami beri batas maksimal 10 buah. Eh, mereka beli 10 tiket. Kami batasi jadi 2, mereka beli dua, tapi dibelakangnya ada beberapa teman si calo yang juga beli 2. Akhirnya kemarin malah mereka memakai perempuan untuk beli tiket. Kami pikir dia bukan calo, tapi terus di ujung dia beri ke calo-calo yang wajahnya sudah kami kenal," jelasnya.Berdasarkan pemantauan, para calo ini menangguk keuntungan rata-rata 25.000 rupiah per tiket. Tiket VIP yang aslinya 150.000 misalnya dijual 200.000, sementara tiket yang berharga 75.000 (kelas I) dijual 100.000.Untuk meminimalisir percaloan, pihaknya mengaku membatasi pembelian tiket menjadi 4 buah per orang. "Kemarin kami batasi menjadi 4 tiket. Maksudnya ya untuk mencegah percaloan. Namun kesulitannya, kami kan ngga mungkin menebak mana calo dan mana yang bukan, selain itu kalau kami tanya, mereka protes dan bilang kalau mereka membeli sesuai prosedur, lagipula tak ada undang-undang yang memungkinkan kami untuk melaporkan ke polisi," terangnya lagi.Sementara untuk pertandingan final Thomas yang digelar lusa, Nandi mengatakan bahwa tiket untuk kelas VIP sudah sold out. "Untuk pertandingan final kelas VIP tiket sudah terjual habis, sementara untuk kelas I masih tersisa 4000 tiket," ungkap pria berkaca mata itu. (mel/)











































