Polisi Tak Tambah Keamanan

Jelang Final Thomas & Uber

Polisi Tak Tambah Keamanan

- Sport
Jumat, 14 Mei 2004 17:55 WIB
Jakarta - Menjelang final Thomas-Uber yang berlangsung mulai besok, pihak keamanan dari Polri mengaku belum perlu menambah personilnya. Pasalnya petugas keamanan selama ini belum menemukan kendala berarti.Menurut keterangan wakil ketua bidang keamanan AKBP Drs Suprayitno kepada detikcom, Jumat (14/5/2004), pihaknya belum menambah petugas keamanantambahan. "Polda Metro masih menjalankan rutinitasnya. Jumlahnya masih 283orang, namun menjelang final ini, kami menambah staff (administrasi)hingga totalnya bertambah menjadi 300 orang."Sekitar 283 orang ini bersiaga di beberapa titik yang terbagi menjadi 3ring. Diantaranya adalah di dalam gedung Istora (18 orang), di atas gedungIstora (18 orang), dan di balkon dan luar gedung Istora (80 orang).Untuk prosedur keamanan sendiri ia mengaku belum ada yang berubah. "Masih ada penyisiran yang dilakukan tiga jam sebelum pertandingan. Hari ini, misalnya, penyisiran dilakukan pada pukul 11.00 - 12.30 WIB. Setelah disisir, petugas harus melaporkannya kepada yang paling tua (yang ditugasi sebagai penanggung jawab di lapangan)."Sementara jika terjadi keadaan darurat, pihaknya tinggal meminta mendapatkan bantuan dari polsek-polsek di sekitar Senayan. "Dalam lima belas menit, bantuan sudah akan datang ke lokasi," ungkapnya.Untuk prosedur penyelamatan buat tamu VIP, pihaknya telah menyiapkan satu unit escape yang terdiri dari 10 personil plus mobil escape, dan satu unit rantis yang terdiri dari 4 personil plus kendaraan ratis. Sementara untuk penonton, prosedur penyelamatan akan dikoordinasikan dengan pihak keamanan gedung."Misalnya ada ancaman bom, yang pasti kami akan evakuasi penonton dahulu untuk mengosongkan gedung dan mencegah ada yang 'ngutak-ngatik' benda yang dicurigai itu. Pengosongan tentu kami harus berkoordinasi dengan pihakkeamanan gedung, setelah itu baru kami kirim unit gegana ke lokasi."Tak ditambahnya personil keamanan menjelang final ini menurutnya disebabkan karena sepanjang penyelenggaraan Thomas-Uber pihaknya belum menemukan kesulitan dalam hal keamanan baik dari luar maupun dari penonton."Kami berupaya menghadapi penonton dengan pendekatan persuasif, preventif, dan edukatif. Untuk menjalankan pendekatan edukatif kami memerlukan bantuan pihak-pihak terkait. Namun kami percaya penonton sudah lebih kooperatif," lanjut pria berkumis itu.Meskipun menganggap keamanan lancar-lancar saja, namun ada satu hal yang menjadi 'kesulitan' buat para petugas keamanan ini. Apa itu? "Jatah tidurberkurang karena bisa berjaga sampai pagi," ujarnya setengah berkelakar.Namanya juga petugas keamanan, ya! (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads