Piala Thomas 2004
Indonesia Gagal Pertahankan Gelar
Sabtu, 15 Mei 2004 00:53 WIB
Jakarta - Piala Thomas yang telah dikuasai Indonesia dalam 10 tahun terakhir akhirnya melayang, lepas dari tangan. Di kandangnya sendiri skuad Merah-Putih gagal ke final setelah dikalahkan Denmark 2-3.Pemain muda Simon Santoso, yang dimainkan di partai kelima, gagal mengikuti jejak seniornya Hendrawan yang dua tahun lalu di Guangzhou, Cina, menjadi penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan Malaysia 3-2 di final untuk merebut Piala Thomas lima kali berturut-turut.Kendati sudah didukung oleh sekitar 10 ribu penonton yang memadati Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (14/5/2004) tengah malam WIB, remaja berusia 18 tahun ini tak mampu mengalahkan pemain veteran Denmark Peter Rasmussen, yang pernah menjadi juara dunia 1997 tapi saat ini hanya menduduki peringkat 121 dunia.Di set pertama Simon, pemain ranking 60, terlihat menyandang beban berat. Ia tidak mampu bermain lepas, smes-smesnya tidak keluar, sehingga menyerah 3-15.Di set kedua, setelah menerima instruksi dari pelatih Joko Supriyanto, permainan Simon cenderung membaik. Ia mulai bisa menyerang, terutama sejak tertinggal 8-10. Ia mencatat tiga poin berturut-turut untuk menyamakan kedudukan menjadi 13-13. Namun servisnya berakhir setelah pukulan jauhnya out.Sempat terjadi dua kali perpindahan bola saat Rasmussen memegang match point. Tapi pada kesempatan ketiga ia menjadi pahlawan Denmark, setelah pengembalian Simon menyangkut di net. Ofisial Denmark langsung menyerbu ke tengah lapangan, sementara Simon melangkah gontai.Pertandingan semifinal ini berakhir dengan kedudukan 3-2 buat Denmark. Dua angka pertama Denmark diraih dari nomor ganda atas nama Lars Paaske/Jonas Rasmussen dan Jens Eriksen/Martin Lundgaard. Sedangkan poin Indonesia disumbangkan dua pemain tunggal pertamanya, Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat.Kekalahan ini menyebabkan Indonesia untuk pertama kalinya sejak 1990 gagal menembus babak final. Setelah dikalahkan Malaysia di final 1992, Piala Thomas selalu berhasil dimenangkan tim Merah-Putih. Dua tahun lalu di Cina, Indonesia juara untuk kelima kalinya berturut-turut dengan menundukkan Malaysia 3-2.Sementara itu bagi Denmark inilah kesempatan mereka untuk mencicipi Piala Thomas untuk pertama kalinya. Dalam 22 kali turnamen, prestasi terbaik mereka baru runner up enam kali. Ini adalah final ketujuh bagi Denmark, atau yang pertama sejak 1996. Ini juga sukses pertama mereka mengalahkan Indonesia dalam 12 pertemuan kedua negara. (a2s/)











































