Christian: Pertahanan Ganda Lemah

Christian: Pertahanan Ganda Lemah

- Sport
Sabtu, 15 Mei 2004 02:46 WIB
Jakarta - Kekalahan tim Thomas Indonesia 2-3 dari Denmark sungguh disayangkan. Hilangnya dua angka dari nomor ganda yang biasanya menjadi andalan untuk memdapatkan poin, menjadi penyebab utama kegagalan mempertahankan Piala Thomas untuk yang keenam kalinya berturut-turut.Sepanjang sejarah Piala Thomas, Indonesia sudah 13 kali menjadi juara β€” lima di antaranya didapat secara beruntun sejak tahun 1994 di Jakarta. Ironisnya tropi tersebut juga terlepas di Jakarta, dan yang menggagalkannya adalah lawan yang dalam 12 kali pertemuan sebelumnya selalu takluk ditangan Indonesia.Manager tim Indonesia Christian Hadinata mengatakan dirinya sangat menyesalkan kegagalan di semifinal dari Denmark. "Sempat terlintas dibenak saya kejadian yang menimpa dua tuan rumah sebelumnya. Malaysia dan Cina sebelumnya juga gagal melangkah ke semifinal di negara mereka sendiri. Ternyata kali ini kita mengalaminya juga," tuturnya kepada wartawan di Media Center Istora Gelora Bung Karno, Sabtu (15/5/2004) dinihari WIB.Menurut Christian, seharusnya dua pasangan ganda Indonesia Candra Wijaya/Tri Kusharyanto dan Flandi Limpele/Eng Hian minimal bisa menyumbangkan satu nilai. "Sayang kita kehilangan poin di dua ganda kita. Padahal seharusnya minimal kita bisa imbanglah, 1-1 di nomor ganda," ujarnya.Gagalnya dua ganda Indonesia, lanjut Christian, lebih disebabkan karena lemahnya pertahanan. "Jika kita berani memberikan bola loop ke belakang, maka pertahanan kita harus sudah siap. Tetapi ternyata pertahanan kita sangat rapuh," katanya. Bahkan ganda yang sarat pengalaman dan prestasi itu menurut Christian tidak mampu keluar dari tekanan lawan.Cristian juga mengatakan bahwa dirinya sangat memahami kekalahan tunggal ketiga Simon Santoso dari Peter Rasmussen. "Kalau Simon, kita tidak memberikan target yang sama. Ini pertandingan pertama dia di Thomas. Dan saat pertandingan, kelihatan dia sangat sulit mengatasi tekanan." ujarnya.Namun demikian, Christian berani menargetkan akan merebut kembali Piala Thomas di Jepang dua tahun mendatang. "Targetnya kita harus merebut kembali Piala Thomas di jepang dua tahun mendatang." Dan untuk mencapai target tersebut, rencananya PBSI akan lebih sering mengirimkan pemain-pemain muda untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan internasional."Kita akan lebih banyak menurunkan pemain-pemain muda ke kejuaraan-kejuaran dunia, seperti Simon, Markis Kido dll. Dua tahun waktu yang singkat, jadi kita harus mempersiapkannya sejak sekarang. Tetapi itupun kalau saya masih jadi pengurus" tambah Christian. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads