Cina Juga Boyong Piala Thomas
Senin, 17 Mei 2004 01:13 WIB
Jakarta - Ambisi Cina untuk mengawinkan Piala Thomas dan Piala Uber terwujud setelah Lin Dan dan kawan-kawan berhasil menundukkan tim Thomas Denmark di final dengan skor 3-1.Ini adalah kali kelima Cina merengkuh Piala Thomas, atau yang pertama sejak 1990. Tiga sukses sebelumnya dicapai pada tahun 1982, 1986, dan 1988. Rekor tertinggi masih dipegang Indonesia dengan 13 kali juara, di mana lima yang terakhir didapat secara berturut-turut.Cina juga sudah empat kali mengawinkan Piala Thomas dan Uber, yakni 1986, 1988, 1990, dan 2004. Tim Uber Cina pada pertandingan final hari Sabtu (15/5/2004) lalu juara setelah menundukkan Korea Selatan 3-1.Kembali ke final Piala Thomas yang berlangsung Minggu (16/6/2004) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pemain tunggal nomor satu dunia Lin Dan mengawali kemenangan timnya denagan menekuk Peter Gade Christensen 15-8 15-15-13. Di set kedua ia sempat menerima kartu kuning karena menolak menerima servis lawan meskipun kedua pemain tampak sudah dalam posisi siap.Denmark menyamakan skor lewat pasangan Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Ganda putra nomor satu dunia itu mengatasi perlawanan ganda nomor dua, Fu Haifeng/Cai Yun, lewat kemenangan straight set 17-16, 15-6. Kekalahan Fu/Cai menodai rekor kemenangan Cina sejak hari pertama kejuaraan ini berlangsung. Pasalnya, sejak hari pertama hingga semifinal (menang 3-0 atas Korea), Cina selalu meraih kemenangan sapu bersih alias tidak pernah kehilangan angka.Di partai ketiga Bao Chunlai kembali membawa Cina meimpin. Meski mendapat perlawanan ketat dari Kenneth Jonassen, ia berhasil memenangkan pertandingan dengan 12-15, 17-15, dan 15-12.Harapan Denmark untuk memaksakan partai kelima kandas setelah pasangan Jens Eriksen/Martin Lundgard tak mampu menundukkan Sang Yang/Zheng Bo. Mereka kalah dua set langsung 13-15, 8-15. Dengan demikian Cina unggul 3-1 dan membawa pulang tropi-tropi tersebut.Bagi Denmark kekalahan di babak final ini adalah yang ketujuh kalinya. Sebelumnya tim terkuat Eropa itu pernah masuk final di tahun 1949, 1955, 1964, 1973, 1979, dan 1996, tapi selalu gagal menjadi juara. Tahun ini mereka ke babak pamungkas setelah menyingkirkan tuan rumah yang juga juara bertahan, Indonesia, di babak semifinal. (a2s/)











































