Sebelum menanggalkan rencana diberlakukannya peraturan itu, BWF juga sudah menunda implementasinya selama sebulan sampai dengan tanggal 1 Juni, akibat banyaknya protes dari para pebulutangkis putri.
Menyusul pertemuan rutin di Qingdao, China, pada akhir pekan lalu, rencana itu akhirnya ditanggalkan. BWF dalam pernyataannya juga menyebut bakal terus menginvestigasi hal ini setelah adanya konsultasi dengan para perwakilan pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap menjadi tujuan kami untuk memfokuskan kepada presentasi dari permainan, tapi kami ingin meluaskan lingkup dengan melibatkan baik laki-laki dan juga perempuan, dan masukan yang ada juga akan melibatkan pandangan-pandangan dari para pemangku kepentingan seperti perusahaan busana," lanjutnya seperti diwartakan Reuters.
Sebuah proposal baru terkait dengan rencana tersebut disebut bakal dirancang pada bulan Desember mendatang.
Rencana diharuskannya pebulutangkis putri mengenakan rok sudah disambut keberatan dari sejumlah negara. China, India dan Indonesia adalah negara-negara yang paling sengit menolak.
--
ket.foto: Pi Hongyan yang membela Prancis mengenakan modifikasi rok di Piala Sudirman 2011 (Getty Images)
(krs/a2s)











































