Rekor tak terkalahkan Djokovic yang sudah terentang sepanjang 43 pertandingan dari akhir 2010 hingga Jumat (3/6/2011) sukses dipatahkan Federer dengan skor 7β6(7β5), 6β3, 3β6, 7β6(7β5).
Di final, lawan Federer adalah Nadal yang sehari sebelumnya mengandaskan Andy Murray. Ini adalah final keempat yang mempertemukan Federer kontra Nadal di Roland Garros.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sudah bukan rahasia lagi kalau tanah liat juga adalah permukaan yang paling tidak disukai Federer, kendati pun ia menang di tahun 2009.
Nadal sendiri punya ambisi besar untuk menjadi juara di sini. Andai ia keluar sebagai pemenang, maka petenis 24 tahun itu akan merengkuh titelnya yang keenam dari enam final yang ia jejak.
Enam titel adalah jumlah terbanyak yang pernah bisa diraih seorang petenis putra di Roland Garros. Pemegang rekor itu adalah Bjorn Borg yang melakukannya tahun 1974, 1975, 1978, 1979, 1980 dan 1981.
Walau Nadal lebih diunggulkan, tidak ada jaminan ia akan berhasil mewujudkan ekspektasi itu. Federer pasti sudah menyiapkan antisipasi untuk membendung Nadal dan membuktikan bahwa gelarnya tahun lalu bukan karena Nadal sudah gugur, tetapi karena Federer memang petenis hebat di lapangan clay.
"Saya akan bermain menghadapi Nadal, rival utama saya, di final sebuah turnamen Grand Slam. Kami sudah menunggu momen seperti ini. Ini akan jadi final yang sulit," demikian Federer.
(arp/roz)











































