Li Na Akui Ada Tekanan Usai Prancis Terbuka

Jelang Wimbledon

Li Na Akui Ada Tekanan Usai Prancis Terbuka

- Sport
Senin, 20 Jun 2011 14:09 WIB
Li Na Akui Ada Tekanan Usai Prancis Terbuka
London - Setelah tampil sebagai juara di Prancis Terbuka, ekspektasi terhadap Li Na di Wimbledon pun meninggi. Petenis asal China itu pun mengakui jika ada sedikit tekanan pada dirinya.

Kemenangan Li Na di Prancis Terbuka terbilang sensasional karena rekor yang ditorehkannya. Petenis berusia 29 tahun itu merupakan pemain China (dan Asia) pertama yang pernah menjuarai grand slam.

Di final Prancis Terbuka 2011, Li Na berhasil mengalahkan petenis asal Italia, Francesca Schiavone--yang merupakan juara Roland Garros pada 2010--, dengan skor 6-4 dan 7-6.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Li Na tahu bahwa turnamen Wimbledon tahun ini bakal menjadi pembuktian bahwa gelar yang diraihnya di Prancis bukanlah sebuah kebetulan.

"Tentu saja ada sedikit tekanan, tapi saya harus bisa menampilkan permainan yang sama seperti sebelumnya (ketika memenangi Roland Garros)," ujarnya kepada Reuters.

"Prancis Terbuka sudah selesai dan saya kini menghadapi Wimbledon. Permukaan lapangannya berbeda, tapi saya akan tetap berusaha yang sama. Saya hanya perlu untuk fokus," lanjutnya.

Tahun lalu, Li Na berhasil mencapai babak perempatfinal. Tahun ini pun ia yakin bisa tampil sama bagusnya. Apalagi turnamen ini dilangsungkan di atas lapangan rumput, yang ia sebut sangat ia kuasai.

"Saya selalu bermain dengan baik di lapangan rumput. Saya selalu memercayai diri saya sendiri jika saya bisa tampil bagus di lapangan rumput," tukasnya.




(roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads