Felix Kusdianto (13 tahun) punya cita-cita menjadi pemain bulutangkis nasional. Bermodal sering bermain di lapangan di desa sebelah, remaja asal Jepara itu sangat antusias mengikuti Audisi PB Djarum yang digelar 1-3 Juli di GOR Pati, Kudus, Jawa Tengah.
Sang ayah yang bernama Supardani, tak segan-segan mendukung keinginan anaknya itu. Ia mendaftarkan Felix, dan juga mengantarkan sang buah hati ke Kudus, mengendarai sepeda motor selama hampir satu jam menuju lokasi audis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Supardani, kekalahan anaknya itu sudah ia perkirakan. Ia menyadari bahwa sebagian besar peserta audisi adalah anak-anak yang sudah punya klub dan sering berlatih di lapangan permanen. Sedangkan Felix cuma bermain di lapangan kampung.
Dari pengamatan detiksport, memang banyak sekali pukulan dari Felix yang tidak terarah, smash yang kerap menyangkut di net, backhand yang lemah, hingga sering salah posisi. Namun hal itu tidak membuatnya terlihat patah arang.
"Saya sengaja mengikuti kemauan dia, karena untuk mengisi liburan. Selain itu agar Felix tahu kemampuan dia sesungguhnya," ujar Supardani.
Meski kalah, anak pertama dari 3 bersaudara itu tetap senang, karena rasa penasarannya telah hilang.
"Tahun lalu saya juga ingin ikut Audisi, tapi terlambat mendaftar, jadinya tidak bisa," siswa kelas 1 SMP itu kepada detiksport.
Tetap semangat dan berusaha ya.
(tri/a2s)











































