Britney Spears-nya Olahraga

Maria Sharapova

Britney Spears-nya Olahraga

- Sport
Minggu, 04 Jul 2004 20:16 WIB
Britney Spears-nya Olahraga
Jakarta - Menyimak final putri Wimbledon 2004 sungguh menyegarkan. Sebabnya apalagi kalau bukan karena ada si cantik Maria Sharapova. Gadis asal Siberia ini berhasil menyihir para pencinta tenis dunia lewat kecantikan dan teknik bermainnya. Ketika bola pengembalian Serena Williams keluar lapangan, Sharapova jatuh berlutut. Kepalanya menunduk dan tangannya menutupi wajah cantiknya. Ada apa gerangan? Rupanya dia tengah menangis. Bukan karena sedih, namun karena bahagia luar biasa. Pasalnya ia baru saja berhasil merengkuh gelar juara Wimbledon 2004 setelah menundukkan Williams dengan dua set langsung 6-1 6-4. "Ya, Tuhan, ini tidak nyata" ungkapnya sesaat setelah memastikan gelar grand slam pertamanya di usia 17 tahun 74 hari. Sharapova boleh tak percaya, namun jika menyimak perjalanan karirnya, ia memang pantas berada di posisinya sekarang. Perempuan kelahiran Siberia 19 April 1987 itu mulai bermain tenis di usia yang sangat belia, 4 tahun. Ia dikenalkan oleh Yuri dan Elena, orang tua yang memang maniak olahraga tepok bola itu. Tahun 1997 ia meninggalkan Rusia menuju Florida untuk berlatih di Akademi Tenis terkenal asuhan Nick Bollettieri. Tahun 2001, di usia yang ke-14, Sharapova beralih ke profesional, dan melejit dari peringkat 532 dunia ke peringkat 186 dunia di akhir tahun 2002. Tahun 2003 boleh dibilang nama Sharapova mulai dikenal, setidaknya oleh publik tenis dunia. Bulan Oktober, ia berhasil menjadi petenis termuda yang pernah memenangkan gelar turnamen WTA Tour. Dalam usia 16 tahun dan 5 bulan, Sharapova berhasil memenangkan titel Jepang Terbuka. Ditahun ini pula ia berhasil menembus 25 besar dunia. Dewi fortuna akhirnya mulai menggelayuti pemilik mata biru ini tahun 2004. Di grand slam Prancis Terbuka ia berhasil mencapai perempat final sebelum ditaklukkan unggulan ke-14 Paola Suarez dari Argentina. Meski tak pernah menyatakan sebagai penyuka lapangan tertentu, gaya permainan Sharapova tampaknya lebih cocok buat lapangan rumput. Dalam turnamen pemanasan Wimbledon di Birmingham, dia berhasil mencapai gelar juara sekaligus di dua nomor, tunggal dan ganda. Puncaknya di centre court Wimbledon 2004, ia berhasil menjadi petenis termuda kedua setelah Martina Hingis (16 tahun dan 278 hari) yang berhasil merengkuh gelar bergengsi itu. Sudah cantik, Sharapova punya bodi yang sangat menunjang buat menjadi model. Meskipun pernah menjalani sesi pemotretan, gadis belia ini ternyata mengaku dunia modelling membosankan. "Menjadi tennis babe tak cocok buat saya. Jika itu yang diharapkan oleh semua orang, maka saya takut mereka akan kecewa," ungkapnya ketika ditanya maukah menjadi petenis sekaligus model seperti Anna Kournikova. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu legenda hidup tenis dunia, Martina Navratilova, Sharapova punya segalanya untuk menjadi pemain tenis. "Sebagai pemain saya menghabiskan banyak waktu untuk berkembang secara mental dan emosional, sementara di usia 17 tahun Maria memiliki segalanya," ujar mantan petenis nomor satu dunia itu. Navratilova tak sembarang bicara. Pasalnya ia pernah menyaksikan langsung kiprah petenis cantik itu ketika mengajari Sharapova dan selusin lebih petenis cilik dalam sebuah coaching clinic. "Dari caranya bergerak, berjalan, menendang bola, atau mengambil dan membuang bola.. Anda tak bisa mengajarkan seseorang bergerak seluwes itu. Ketika melihat dia berjalan, Anda langsung berpikir. 'wow, anak ini seorang atlet'," ungkap Navratilova mengenang peristiwa beberapa tahun lalu. Nyatanya sekarang Sharapova bukan hanya sekedar atlet. Ia telah menjelma menjadi ikon atlet putri terkemuka menyaingi atlet putra berbakat seperti striker muda Inggris Wayne Rooney. Julukan yang diberikan kepadanya juga tergolong luar biasa: Britney Spears-nya dunia olahraga, wow! (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads