Menyusul kemenangannya di Australia Terbuka dan Wimbledon tahun ini, Djokovic menutup Grand Slam 2011 dengan menundukkan Nadal di final AS Terbuka pagi ini, Selasa (13/9/2011), dalam pertandingan empat set 6β2, 6β4, 6β7, 6β1.
Ini berarti sudah empat titel Grand Slam dikoleksi petenis Serbia itu, setelah ia memenangi yang pertama di Australia tiga tahun silam. Kini tinggal Prancis Terbuka yang belum ia taklukkan. Di turnamen tanah liat itu pencapaian terbaiknya adalah tiga kali semifinal termasuk tahun ini, saat ia dihentikan Federer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pertandingan-pertandingan besar, pemenangnya ditentkan oleh selisih yang kecil, hanya beberapa poin. Aku rasa, pemenangnya adalah siapa yang lebih percaya bahwa kemenangan akan datang padanya," ujar Nadal setelah mengalahkan Nadal, seperti dikutip AFP.
Khusus melawan Nadal, yang musim ini jadi pemain nomor dua dunia, Djokovic menang mutlak. Dari enam perjumpaan, semua ia menangi: tiga di lapangan keras, dua di tanah liat, dan satu di Wimbledon.
"Musim yang luar biasa buatku, dan akan terus begitu," tukas Djokovic, yang juga telah menjadi pemain keenam dalam 40 tahun plus di era Open yang pernah menjuarai tiga turnamen Gram Slam dalam satu musim.
Dengan beberapa bulan yang masih ada di tahun ini Djokovic bahkan bisa melampaui rekor menang-kalah di era moderen. Sampai saat ini rekor itu dipegang John McEnroe dengan 82-3 di tahun 1984, meskipun petenis kidal legendaris dari Amerika Serikat itu cuma memenangi dua Grand Slam di tahun tersebut.
Tentang permainannya yang sangat gemilang di musim ini, pria berusia 24 tahun itu mengaku tidak tahu secara persis kuncinya. Katanya, "itu begitu saja klik di kepala."
"Dalam beberapa tahun tahun terakhir, secara garis besar aku tidak mengubah permainanku. Kebanyakan pukulan sama seperti 2-3 tahun lalu. Tapi aku mungkin memukul yang mungkin belum pernah aku pukul seperti itu... Aku cuma berusaha melakukan itu."
Juga, dengan suksesnya di AS Terbuka, Djokovic menjadi pemain kedua yang mengalahkan Federer dan Nadal di perjalanannya ke tangga juara turnamen besar. Yang pertama melakukannya adalah Juan Martin del Potro saat menjuarai AS Terbuka 2009.
(a2s/din)











































