Tidak terlihat pertambahan signifikan dari jumlah penonton yang duduk di GOR Bulutangkis Kompleks Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda hingga partai semifinal yang dilangsungkan sejak Sabtu (01/10/2011) siang hingga sore tadi.
Minimnya publikasi dari pihak penyelenggara menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah penonton event serupa yang juga digelar di tempat yang sama tahun lalu. Dalam catatan detikSport, jika dibandingkan dengan tahun lalu, dua bulan sebelumnya panitia sudah menggaungkan event dunia itu melalui berbagai sarana media. Sedangkan tahun ini, kurang lebih sepekan sebelum jadwal pelaksanaan, panitia melalui Event Organizer (EO) baru gembar-gembor soal jadwal pelaksanaan event.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nonton finalnya saja, mau nonton Taufik. Ini pun saya sempat-sempatkan. Saya kan jualan di pasar," kata Mariati, seorang Ibu yang tinggal di kawasan sekitar stadion usai membeli tiket laga final kepada detikSport, Sabtu (1/10/2011) petang WITA.
Ketika diberitahu bahwa Taufik tidak masuk babak final, Mariati pun sedikit terkejut.
"Oh begitu ya. Ya sudah tidak apa-apa. Udah terlanjut beli (tiket), Pak. Ini juga tiketnya mahal (Rp 125 ribu)," ujar Mariati.
Kurang suksesnya penyelenggaraan turnamen kali ini dari sisi jumlah penonton, juga dapat dilihat dari penjualan tiket. Untuk partai semifinal, harga tiket yang dijual mulai dari harga Rp 100 ribu untuk ekonomi hingga Rp 200 ribu untuk VIP.
"Yang terjual cuma sekitar 70 persen dari total 2.500 tiket semifinal yang disediakan," kata seorang petugas tiket bernama Nur Bella.
"Kalau hari biasa, sejak tanggal 27 September kemarin, juga sedikit. Rata-rata sekitar 25 persen dari 3.500 tiket yang dijual," tambah Nur Bella.
Untuk final, panitia menjual tiket mulai harga Rp 125 ribu hingga Rp 250 ribu. Tapi untuk tiket VIP seharga Rp 250 ribu kabarnya sudah sold out.
Selisih harga tiket yang sedikit lebih mahal juga diakui Awal, seorang penonton yang sebelumnya terlibat di kepanitiaan Badminton Indonesia Open Grand Prix Gold tahun lalu.
"Kalau tiket final kemarin ekonominya cuma Rp 100 ribu. Yang jelas, harganya di bawah harga tiket sekarang sejak awal turnamen," kata Awal.
"Tapi memang publikasi kita ke masyarakat, sudah jauh hari sebelum pelaksanaan turnamen. Jadinya, hampir setiap hari pelaksanaan selalu dipenuhi penonton," tutup Awal.
(a2s/din)











































