Air muka Sabine Lisicki sangat serius saat jemarinya menari di atas setumpuk tanah liat yang sudah diletakkan di atas meja putar. Begitu menikmati apa yang sedang dilakukannya, petenis Jerman berusia 22 tahun itu tetap ramah melempar senyum pada wartawan yang berulang memanggil namanya.
Seperti dua tahun lalu saat tampil di Commonwealth Bank Tournament of Champions, Sabine memilih untuk melakukan kegiatan off court dengan masuk studio keramik. Di Jenggala Keramik, Jimbaran, Bali, Sabine mempertunjukkan keahlian tersebunyi yang dia punya selain mengayun raket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin karena terlalu sering menggunakan tenaga dibanding kelembutan jemarinya, proses pembuatan tembikar Sabine sedikit mengalami kendala. Beberapa kali dia mendapat bantuan untuk menuntaskan karya tanah liatnya.
Tapi toh semifinalis Wimbledon 2011 itu tetap tekun dengan aktivitasnya. Beberapa kali dia tersenyum puas saat menuntaskan pembuatan keramik.
"Kegiatan ini membuatku merasa santai. Tak ada yang menggangu aku saat melakukan ini," sebut Sabine pada wartawan yang tak bosan mengabadikan gambarnya.
Setelah selesai, Sabine dengan ditemani ibundanya kemudian menghias keramik yang sudah jadi terbuat. Meski ramai dikerubuti wartawan, petenis berpostur 1,78 meter seperti tenggelam dengan kegiatannya. Perhatiannya hanya tertuju pada kuas-kuas yang tergeletak di meja dan cat beraneka warna yang ada di depannya.
"Saya jarang melakukan ini di rumah, seperti Anda tahu, saya jarang berada di rumah. (Ini) mendekati akhir musim , mungkin nanti saya akan melakukannya lagi," cerita Sabine.
Dua tahun lalu keramik buatan Sabine dilelang dalam sebuah amal dan laku terjual US$ 1.000. Dana tersebut kemudian disalurkan untuk The Smile Foundation, yang mengkhususkan kegiatannya pada operasi bibir sumbing.
Tahun ini karya cipta Sabine rencananya akan kembali di lelang. Diharapkan bisa terkumpul banyak dana untuk disumbangkan pada The Smile Foundation.
(din/roz)











































