Sejarah tercipta di Prancis Terbuka pada awal Juni lalu. Dalam laga final menghadapi Francesca Schiavone, Li Na memetik kemenangan dua set langsung 6-4 dan 7-6. Jadilah Li Na menyandang status petenis Asia pertama yang menjuarai Grand Slam di nomor tunggal.
Tahun 1989 silam Michael Chang memang pernah jadi kampiun di Prancis Terbuka. Namun saat itu dia mengantongi kewarganegaraan Amerika Serikat, meski dalam mengalir darah China dalam tubuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 20 rangking teratas WTA kini ada dua petenis Asia yang berhasil menerobos di antara dominasi negara Eropa dan Amerika. Selain Li Na di urutan tujuh, pada posisi 16 ada Peng Shuai. Nama yang disebut belakang akan tampil di Commonwealth Bank Tournament of Champions.
Buat Shuai ini merupakan edisi perdana dia tampil di Commonwealth Bank Tournament of Champions. Kehadirannya di Bali pun berkat tiket wild card yang didapat bersama Ana Ivanovic.
Tapi Shuai bukannya tanpa prestasi karena dia berhasil masuk final Brussels Open, Moorila Hobart International, Family Circle Cup dan AEGON Classic. Sementara di seru Grand Slam, petenis 25 tahun ini masuk babak 16 besar di Australia Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka.
"Saya harap kali ini giliran petenis Asia yang bisa jadi juara. Kebetulan kan tahun ini ada peserta yang dari Asia. Selain itu sesama darah Asia, saya mendukung Peng Shuai," ujar Duta Commonwealth Bank Tournament of Champions Angelique Widjaja.
(din/krs)











































