Ajang tersebut adalah Milo School Competition 2011, yang diikuti 3.621 peserta dari kalangan siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah melewati berbagai tahap, diperoleh delapan juara. Mereka adalah Abdi Muin (tunggal putra), Sarah Christin (tunggal putri), Lucky Lukman/Hendra Gustiawan (ganda putra), Tays Rona Legaayen/Anita Wahyuningtias (ganda putri), serta Arif Dwiyanto (tunggal putra) dan Aurum Oktavia Winata (tunggal putri) untuk tingkat SD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permainannya bagus, tapi dia suka blank. Mengenai potensi, dia pemain yang mempunyai tekad keras, disiplin. Saya berharap, dia akan sukses ke depannya," komentar Sarwendah, seusai "meladeni" Aurum Oktavia.
"Saat pertandingan lumayan susah, tapi aku bangga, meskipun tadi sempat kurang konsentrasi," ujar Aurum, siswa kelas 1 SMP 51 Jakarta tersebut.
Sementara itu, Business Executive Manager Milo, Prillia Sandra, menjelaskan bahwa event yang diadakan ini merupakan sebuah wadah untuk mencari dan menggembleng pemain berbakat sejak dini.
"Milo School Competition tidak hanya sebuah kompetisi, tapi kami ingin memberikan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi para juaranya. Harapan kami dengan Milo Camp, para juara dapat merasakan pelatihan dan kedisiplinan," ujarnya.
(a2s/krs)











































