WTA di Antara yang Melenguh & yang Mengeluh

WTA di Antara yang Melenguh & yang Mengeluh

- Sport
Selasa, 24 Jan 2012 15:47 WIB
WTA di Antara yang Melenguh & yang Mengeluh
Melbourne - Lenguhan di sejumlah partai tenis putri terus menuai keluhan. WTA sadar benar dengan hal itu dan sedang coba mengatasi meski bukan berarti akan membungkam paksa para pelenguh.

Beberapa petenis putri akrab sekali dengan lenguhan-lenguhan itu. Misalnya saja Victoria Azarenka, yang baru saja "melenguh" ke semifinal Australia Terbuka usai mengalahkan Agnieszka Radwanska.

Di dalam pertandingan tersebut, sejumlah penonton di stadion berusaha menirukan lengukan Azarenka hanya untuk gurauan, sementara Channel 7 yang menjadi stasiun penayang pertandingan mencatatkan suara 91,4 desibel melalui alat pengukur lenguhan yang mereka sebut dengan "Whoo! Meter".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lenguhan di dunia tenis bukanlah hal baru dan sudah menjadi masalah semenjak era Monica Seles pada 1990-an silam. Yang menjadi masalah, beberapa petenis dituding melenguh dengan sengaja untuk mengganggu lawannya.

Sementara petenis yang melenguh bersikeras kalau kebiasaannya tersebut bukan tanpa alasan melainkan diperlukan untuk mendapatkan tenaga ekstra ketika hendak memukul bola.

Asosiasi Tenis Perempuan (WTA) tak tinggal diam menanggapi masalah ini. Sadar kalau adanya lenguhan sudah menuai keluhan, WTA pun sedang menjajaki cara untuk menangani kendati bukannya ingin melarang sama sekali pelenguh-pelenguh lapangan.

"Kami sadar sejumlah fans menilainya sebagai gangguan. Kami sedang dalam proses menjajaki bagaimana caranya mengurangi lenguhan yang terlalu keras, terutama untuk para petenis muda yang baru mulai, tanpa secara luas memengaruhi permainan para petenis di bawah menu latihannya saat ini, peraturan dan prosedur," kata WTA seperti dilansir Yahoosports.

"Kami sadar kami harus memperhatikan kerisauan dari sejumlah fans dan melihat peraturan kami secara saksama dan kebijakan pendidikan," lanjut keterangan tersebut.

Dalam peraturan terkini, umpire dapat menghukum seorang petenis yang dinilai melakukan gangguan dengan sengaja, tetapi peraturan ini jarang digunakan jika terkait dengan lenguhan.

"Tentu saja semua orang bisa membuat suara-suara. Ini adalah tenis. Tapi aku pikir itu sudah terlalu keras. Aku pikir tidaklah perlu-perlu amat berteriak sekeras itu. Jadi jika mereka (WTA) ingin bertindak, kenapa tidak?" tukas Radwanska usai pertandingan lawan Azarenka.

Selain Azarenka, unggulan tiga Australia Terbuka, petenis papan atas lain yang terkenal dengan lenguhannya adalah Maria Sharapova yang menjadi unggulan keempat. Lenguhan si jelita mantan ratu tenis dunia ini bahkan disebut lebih menganggu ketimban Azarenka.

"Soal Maria, maksudku, apa yang bisa saya bilang? Sudah pasti itu cukup mengganggu dan terlampau keras," keluh Radwanska.





(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads