Wozniacki Tak Risau Turun Posisi

Wozniacki Tak Risau Turun Posisi

- Sport
Selasa, 24 Jan 2012 19:16 WIB
Wozniacki Tak Risau Turun Posisi
Melbourne - Belum juga mendapatkan gelar Grand Slam dan baru saja kehilangan status nomor satu tidak membuat Caroline Wozniacki risau. Ia memandang kariernya masih panjang dan tetap potensial.

Petenis Denmark itu kalah dari Kim Clijsters di babak perempatfinal Australia Terbuka, Selasa (24/1/2012), dan dipastikan turun dari peringkat satu WTA. Ia akan digantikan oleh salah satu dari Petra Kvitova, Victoria Azarenka, atau Maria Sharapova.

Ia juga harus menunda ambisinya memenangi turnamen Grand Slam. Selama ini, termasuk sepanjang satu tahun tiga bulan menjadi pemain nomor satu dunia satu, prestasi terbaik dia adalah finalis AS Terbuka 2009 -- juga kalah dari Clijsters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejujurnya aku tidak terlalu memikirkan soal itu. Aku sudah begini sejak lama. Aku mengakhiri musim sebagai pemain nomor satu dua kali berturut-turut," ujar Wozniacki dikutip AFP.

"Kita sekarang baru di bulan Januari. Di akhir tahun (lalu) Anda bisa lihat siapa yang bermain paling baik, paling konsisten sepanjang musim. Aku pasti akan kembali. Aku tidak khawatir."

Tahun lalu Wozniacki memenangi enam titel dan meraup hadiah uang lebih dari empat juta dolar, tapi tak pernah masuk semifinal Grand Slam.

"Aku mulai sering tertawa karena media membicarakan aku seakan-akan aku sedang menamatkan kariernya, dan aku cuma punya sisa waktu satu tahun lagi," sambung atlet berusia 21 tahun itu.

"Faktanya aku masih punya beberapa tahun yang cukup bagus di depan. Aku masih bisa mengikuti beberapa Australia, Prancis, Wimbledon, dan AS Terbuka.

"Tentu saja, kalah itu tidaklah menyenangkan. Tapi Anda belajar lebih banyak dari kekalahan ketimbang dari kemenangan-kemenangan Anda," tambahnya.

Sementara itu Clijsters membuktikan bahwa dirinya masih pantas diperhitungkan. Mantan pemain nomor satu dunia asal Belgia itu bahkan mengalahkan Wozniacki dengan menahan rasa sakit di engkelnya, yang mulai dirasakan saat menghadapi Li Na di babak sebelumnya.

Ia mengaku menolak di-scan atau diberi perawatan khusus seperti obat penahan rasa sakit, untuk mengatasi masalahnya itu.

"Aku tidak mau. Aku bilang, 'tidak lagi', apapun itu. Aku akan mencoba sebaik mungkin saja dan lihat saja hasilnya kemudian, kalau aku sudah pulang," tutur ibu beranak satu berusia 28 tahun itu.

"Ligamennya terasa agak sakit (tapi) … aku sudah terlalu sering melihat rumah sakit dalam enam bulan terakhir. Jadi, tidak lagi lah."


(a2s/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads