Peter Terry, seorang profesor psikologi dari Universitas Southern Queensland, menyebut kalau teriakan yang dikeluarkan Sharapova, Azarenka dan beberapa petenis putri lainnya merupakan bagian dari strategi bermain.
Dia menyangkal kalau lenguhan yang keluar saat petenis memukul bola merupakan sebuah respon alami. Teriakan itu disebutnya sebagai bagian dari upaya mengganggu konsentrasi lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi dari sudut pandang orang yang berada di sisi (lapangan) berbeda, mereka menganggapnya dengan berbeda. Itu sebuah gangguan, itu juga menutupi suara bola yang membentur raket dan itu merupakan informasi yang penting," dia melanjutkan.
Teriakan atau lenguhan tersebut dikeluarkan karena ada aturan ketat yang melarang petenis mengeluarkan suara-suara yang bertujuang mengganggu atau mengintimidasi lawan. Karenanya Terry menganggap lenguhan tersebut bisa dikategorikan sebagai sebuah kecurangan.
"Itu sebuah bentuk intimidasi dan itu tak sejalan jika dilihat dari aturan karena Anda tidak dibenarkan mengganggu lawan dengan kebisingan jadi pada akhirnya, menurut saya itu adalah sebuah taktik."
"Para pria tidak berteriak seperti Sharapova misalnya. Tingkat desibelnya terlalu tinggi," tuntas Terry dikutip dari ABCNews
(din/roz)











































