Video kontroversial itu tampil di dalam sebuah tayangan sketsa dari acara "Les Guignols". Di video itu, sebuah sosok yang mirip Nadal ditampilkan mengisi tangki bahan bakarnya dengan air seninya sendiri sebelum kemudian dihentikan polisi lalu lintas karena melaju terlalu cepat (lihat videonya di sini).
Di akhir tayangan tersebut muncul tulisan "Atlet-atlet Spanyol. Mereka menang bukan karena kebetulan" di tengah-tengah layar, dikelilingi logo-logo federasi olahraga Spanyol, termasuk tenis, sepakbola dan balap sepeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (8/2/2012), RFET pun menegaskan sudah berencana menuntut Canal+ atas tudingan "memublikasikan sebuah video yang menggunakan emblem dan anagram federasi (olahraga Spanyol), dan berisikan sindiran keras yang merusak dan tidak dapat diterima".
RFET juga akan menuntut agar video itu segera ditarik, logo-logo yang muncul juga tak digunakan lagi, dan Canal+ membayar denda atas penggunannya yang tanpa izin.
"Dalam kejadian ini batas-batas yang dapat ditoleransi sudah dilanggar dan kami di RFET tidak bisa mengabaikan pendiskreditan dan penghinaan terhadap para atlet kami," tegas Presiden RFET Jose Luis Escanuela.
Tayangan dari Canal+ itu sendiri juga disebut-sebut sebagai sebuah bentuk "serangan" teranyar dari kubu Prancis ke para atlet Spanyol. Pada bulan November lalu, kampiun Prancis Terbuka 1983 dari Prancis, Yannick Noah, juga menuduh sukses para atlet Spanyol adalah berkat "ramuan ajaib".
(krs/mfi)











































