Nadal & Menlu Spanyol Kecam 'Video Doping Atlet Spanyol'

Nadal & Menlu Spanyol Kecam 'Video Doping Atlet Spanyol'

- Sport
Jumat, 10 Feb 2012 06:30 WIB
Nadal & Menlu Spanyol Kecam Video Doping Atlet Spanyol
Madrid - Rafael Nadal mengecam adanya "usaha bersama" dari Prancis untuk mendiskreditkan dirinya dan rekan-rekannya sesama atlet Spanyol, dengan mengindikasikan sukses mereka adalah berkat doping.

Seperti diberitakan sebelumnya, televisi Prancis Canal+ memublikasikan sebuah video yang berisikan sindiran tajam ke para atlet Spanyol.

Video yang juga mengetengahkan sebuah sosok mirip Nadal tersebut tak ayal bikin kesal Federasi Tenis Spanyol (RFET) yang siap mengajukan tuntutan hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nadal pun sama kesalnya. Apalagi itu bukan kali pertama kubu Prancis melakukan cibiran terhadap olahragawan Spanyol, sesuatu yang bikin Nadal menilainya sebagai sebuah usaha yang memang sengaja diplot oleh dunia olahraga Prancis.

"Itu adalah jenis humor yang tak masalah untuk satu hari, tapi jika diulang-ulang tidaklah benar dan aku pikir itu sedikit melewati batas," cetus Nadal usai sebuah sesi latihan di kampung halamannya di Mallorca, seperti dilansir Reuters.

"Aku pikir ini bukan cuma satu media saja, ini adalah sebuah gerakan bersama-sama dari negara tetangga kami. Sedih sekali melihat hal seperti ini menodai sukses yang sudah dicapai dengan susah payah. Aku jamin sama sekali tak ada obat-obatan atau jarum suntik (doping)," beber petenis peringkat kedua dunia yang pernah enam kali juara di Prancis Terbuka tersebut.

Selain video Nadal, Canal+ disebutkan juga sudah menyiarkan beberapa tayangan materi lainnya yang turut mengindikasikan kalau para atlet Spanyol sudah menggunakan obat ilegal.

Perkara ini kian serius karena ikut memancing komentar keras dari Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo. Ia bahkan menyatakan, kedutaan besar Spanyol di Paris akan mengirimkan suat keberatan resmi ke media-media Prancis, dan Canal+ secara khusus.

"Videonya bercita rasa buruk dan memperlihatkan ketiadaan etika, selain juga kebohongan," sergahnya menambahkan.



(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads