Postur Tubuh Pengaruhi Perfoma Atlet
Kamis, 05 Agu 2004 23:55 WIB
Jakarta - Postur tubuh pebulutangkis Indonesia yang kurang ideal mempengaruhi peforma di lapangan. Hal itu merupakan kesimpulan saat mengevaluasi kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2004. Evaluasi tim Thomas dan Uber Indonesia menjadi salah satu pembicaraan yang hangat pada saat rapat kerja penelitian dan pengembangan PB-PB induk olahraga yang digelar di KONI, Jakarta, Kamis (5/8/2004).Penelitian yang dilakukan oleh Arie Sutopo dan James Tangkudung menjelaskan bahwa kegagalan tim Indonesia dalam ajang Piala Thomas dan Uber yang digelar di Jakarta dari 6-17 Mei lalu, dibatasi karena kondisi anthropometri (Tinggi, Berat dan Indeks Masa Tubuh). Berdasarkan survey lapangan dan studi dokumenter bio data atlet, rata-rata tim Uber Indonesia memiliki tinggi 163,7 cm dengan 57,4 kg indeks masa tubuh 21,5 kg/m2, Denmark 183,5 cm, 68,6 kg dan indeks masa tubuh 20,35 kg/m2. Sedangkan Cina 178,8 cm dan 62,4 kg indeks masa tubuh 19,6 kg/m2. Sementara tim Thomas Indonesia 173,6 cm, 66,5 kg indeks 22,1 kg/m2, Denmark 187 cm dengan 70,5 kg indeks 20,14 kg/cm, Cina 180,3 cm, 63 kg dengan indeks 16,4cm/ kg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa atlet Indonesia dalam batas normal/atas, sedangkan Denmark dan Cina dalam batas normal/bawah.Artinya, atlet Indonesia lebih gemuk dan pendek dibandingkan Denmark dan Cina sehingga mempengaruhi perfoma di lapangan. Sebab itu, PBSI diminta memanfaatkan ilmu olahraga khususnya ilmu anthropometri guna mencari atlet yang muda dan ideal bentuk tubuhnya seperti pemain Cina tinggi badan cukup dan berpostur tinggi langsing .Menanggapi hal itu, Direktur Pelatnas Christian Hadinata yang juga menjadi pelatih ganda putra dalam kepungurusan baru PBSI, menegaskan bahwa postur tubuh atlet tidak bisa menjadi patokan untuk meraih prestasi di bulu tangkis. βGemuk itu relatif. Pernah ada pemain yang merasa gemuk dia akhirnya berhasil menurunkan 3 sampai 4 kg berat badannya tapi justru di lapangan dia tidak memiliki power. Jadi itu tergantung kondisi atlet bagaimana ia bisa menunjang performannya,β papar Christian di sela sela kunjungan wartawan ke Cipayung, Kamis (5/8/2004). βSaya pernah disuruh menaikan berat dua kg saat menjadi pemain karena waktu itu turnamen digelar ditempat yang sangat jauh sehingga saat sampai sana berat badan telah menjadi ideal. Saya pikir yang paling penting itu volume VO2 Max ,daya tahan dan panjang napas,β tegas Christian. (key/)











































