Gelar itu sekaligus menjadikan Nadal sebagai petenis pertama di era Terbuka, yang mampu meraih tujuh titel di dua turnamen. Sebelumnya petenis itu memenangi Monte Carlo Masters untuk kali kedelapan.
Ferrer, yang menduduki rangking enam dunia, menyulitkan Nadal di set pertama. Ia mampu unggul 6-5 di servis lawannya namun gagal mengonversi lima set poin sebelum kalah dengan mengecewakan di tie break dengan 7-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang sekali, lagi-lagi Ferrer tak mampu memanfaatkan peluang ini untuk memaksakan set ketiga. Nadal sukses mematahkan servisnya untuk menutup laga selama dua jam 40 menit itu dengan sebuah pukulan backhand.
"Ini adalah laga terberat saya di lapangan tanah liat musim ini, David selalu membuat Anda tampil habis-habisan," ujar Nadal usai laga kepada televisi Spanyol seperti dikutip BBC Sport. "Sisanya adalah lotre, keberuntungan jatuh di pihak saya hari ini."
Petenis kidal Spanyol itu kini mencatatkan kemenangan 21 kali beruntun di lapangan tanah liat sejak kalah di Roma Masters oleh Novak Djokovic pada Mei silam.
Sebelum mencapai final, Nadal membuka turnamen dengan kemenangan atas Guillermo Garcia Lopez dan berturut-turut menundukkan Robert Farah dan unggulan lima Janko Tipsarevic di perempatfinal. Di semifinal, ia lantas menang dari Fernando Verdasco untuk maju ke laga puncak.
Sedangkan Ferrer, usai menang mudah atas Filip Krajinovic dan Albert Montanes di dua laga pertama, ia melewati hadangan Feliciano Lopez untuk mencapai delapan besar. Kemenangan atas Milos Raonic di semifinal mengantarkan Ferrer berjumpa Nadal.
(rin/roz)











































