Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab

Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab

Amalia Dwi Septi - Sport
Kamis, 24 Mei 2012 14:04 WIB
Jakarta -

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman merasa pihaknya ikut bertanggung jawab atas kegagalan tim Piala Thomas dan Uber Indonesia di Wuhan.

Tim putra dan putri itu kandas di perempatfinal kemarin setelah ditundukkan Jepang 2-3. Khusus tim putra, ini adalah sejarah buruk buat Indonesia karena dalam sejarahnya belum belum gagal ke babak empat besar Piala Thomas.

Kekalahan tersebut diakui Tono sebagai pukulan besar buat Indonesia. Dirinya berjanji akan segera bertanggung jawab serta melakukan evaluasi secara menyeluruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sebagai ketua KONI turut bertanggung jawab atas kekalahan ini. Menjadi suatu keprihatinan juga dalam membangun bulutangkis, karena olahraga yang selama ini menjadi unggulan kami," ujar Tono di kantornya, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

"Saya akan segera mengevaluasi langusung. Mengundang ketua umum PB PBSI dan pelatih untuk segera melakukan evaluasi secara rinci. Baru kali ini kita mengalami kegagalan seperti ini," sambung dia.

"Semua negara melakukan persiapan. Kenapa Indonesia bisa kalah? Tentunya saya harus meninjau persiapan sebenarnya. Saya akan bersama dengan bidang pembinaan dan prestasi dan pakar-pakar untuk meninjau yang sudah dilakukan dan belum dilakukan."

Sebelumnya, tokoh bulutangkis nasional Christian Hadinata mengkritik keras PB PBSI yang lebih berorientasi piala ketimbang melakukan dengan benar regenerasi pemain, walaupun yang terakhir itu sudah didesak sejak lama. Pemain-pemain senior terus dipaksa tampil supaya menghasilkan gelar juara. Akibatnya, talenta-talenta muda tak bertambah jam terbangnya secara signifikan.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads