"Kalau berbicara regenerasi, PB PBSI sudah melakukan itu. Hanya perlu terobosan-terobosan terkait pemilihan atlet-atlet mana yang diutamakan untuk diikuti event tertentu. Tinggal proses selektif yang harus lebih teliti lagi," papar Toni di kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Terkait kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber di Wuhan, China, kemarin, Tono menganggap sudah ada "penyegaran" dari skuad sebelumnya. Ia menyebut nama-nama seperti Sugiarto, Muhammad Ahsan, Hayom Rumbaka. Maria Febe Kusumastuti, Anneke Feinya Agustin dan Nitya Krishinda, merupakan sebuah generasi baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya menilai dan melihat, sebab kegagalan itu dari segi fisik. Fisik sangat berpengaruh tentunya, kalau fisik sudah kuat, maka taktik, mental dan strategi juga kuat," tukas Tono.
''Makanya, kami harus melakukan evaluasi secara menyeluruh. Buat pemain-pemain muda akan terus dimatangkan dan jam terbang yang cukup,'' lanjutnya.
Sasaran tinggi terdekat bulutangkis Indonesia adalah Olimpiade di London, 27 Juli sampai 12 Agustus. Saat ditanya, dengan kondisi sekarang, apakah tradisi medali emas Olimpiade dapat dijaga, Tono menjawab:
"Tentu masih ada harapan. Saya selalu optimistis. Untuk itu saya harus sedini mungkin untuk mengevaluasi secara menyeluruh."
(/)











































