Publik pencinta olahraga, khususnya bulutangkis, di Indonesia sekali lagi harus menelan kecewa seiring kegagalan tim Thomas-Uber meraih supremasi tertinggi bulutangkis beregu.
Di Piala Thomas-Uber 2012, tim Thomas dan Uber Indonesia sama-sama tersingkir di babak perempatfinal setelah ditaklukkan oleh tim Thomas-Uber dari Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena harus menanti lebih lama lagi Piala Thomas dan Uber. Saya tegaskan untuk mengevaluasi bersama-sama," ujar Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso dalam perbincangan dengan detikSport di Wuhan Gymnasium Sport Center, Wuhan, China.
Atas kegagalan tersebut, Djoko Santoso menilai sebenarnya persiapan para pemain tim Thomas-Uber Indonesia sudah maksimal. Nyatanya, lawan yang dihadapi ternyata lebih tangguh.
"Kalau dirunut persiapan sudah optimal. Ada dukungan motivasi, gizi dan latihan serta kompetisi sudah bagus. Jujur lawan lebih bagus," sebutnya.
Hasil buruk tersebut niscaya akan membuat kinerja PBSI saat ini mendapat sorotan. Menpora Andi Mallarangeng dan pebulutangkis legendaris Indonesia, Rudi Hartono, setidaknya sudah melontarkan opini mengenai kegagalan tersebut.
Akan tetapi, kegagalan ini tidak akan membuat Djoko Santoso langsung mundur dari posisinya. Ia menegaskan bakal menyelesaikan periode kepemimpinannya sampai jadwal kongres bulan Desember mendatang.
"Saya akan selesaikan sesuai jadwal," tukasnya.
(krs/mfi)











































