Kedudukan bulutangkis disebut-sebut terancam di Olimpiade 2020. Spekulasi itu dipantik dengan popularitas bulutangkis yang dinilai kurang mentereng, terutama dari sisi rating televisi.
Namun demikian, wakil presiden Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) Paisan Rangsikitpho optimistis medali bulu tangkis tetap akan diperebutkan usai Olimpiade 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi China yang luar biasa juga acapkali dinilai membuat popularitas bulutangkis bisa terus merosot. Sebagai gambaran, pada Olimpiade 2008 lalu di Beijing, China selaku tuan rumah mengantongi tiga medali emas.
Argumentasi itu sendiri sekali lagi dipatahkan Paisan. Menurutnya alasan itu terlalu dibuat-buat. "Tak benar, lihat saja basket yang dikuasasi Amerika Serikat dan sepakbola yang ada di benua sebelah tetap aman," kata dia.
Apapun, BWF berjanji untuk terus meningkatkan popularitas bulutangkis. Salah satu caranya dengan meniru tenis yang bisa "menjual" pemain lewat kostum yang menarik. BWF juga bertanggung jawab untuk menyetarakan kualitas bulutangkis di negara-negara yang belum mampu mendobrak persaingan papan.
(hen/rin)











































