Dinilai Gagal, Ketum PB PBSI Diminta Mundur

Dinilai Gagal, Ketum PB PBSI Diminta Mundur

Amalia Dwi Septi - Sport
Senin, 28 Mei 2012 16:52 WIB
Dinilai Gagal, Ketum PB PBSI Diminta Mundur
Djoko Santoso (detiksport/Andi Sururi)
Jakarta -

Selain menyerukan perubahan besar-besaran di tubuh PB PBSI, sejumlah mantan pemain nasional juga meminta ketua umum badan bulutangkis Indonesia itu mengundurkan diri.

Menyusul kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2012 -- dua-duanya dijegal Jepang di babak perempatfinal -- , kecaman terus dialamatkan kepada PB PBSI selaku penanggung jawab pengembangan cabang bulutangkis di tanah air.

Organisasi yang sejak 2008 dipimpin Djoko Santoso itu dinilai gagal dalam sistem regenerasi pemain, sehingga tak muncul pemain-pemain muda yang berpotensi menciptakan prestasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah mantan pemain top Indonesia di era masing-masing, hari ini berkumpul dan memberi pernyataan bersama terhadap buruknya situasi perbulutangkisan nasional saat ini. Selain menyuarakan tuntutan yang terdiri dari tujuh butir (baca di sini -- Red), mereka juga secara tegas meminta Djoko mundur.

"Ini adalah bentuk keprihatinan kami. Kami sangat kecewa dengan kegagalan ini. Kami sudah mendengar, ketua umum PBSI mengatakan, dirinya sudah berjuang, tapi tidak berhasil. Seharusnya dia mundur saja," cetus legenda hidup bulutangkis Indonesia, Rudy Hartono, di Hotel Century, Jakarta, Senin (28/5/2012).

"Pengurus itu sportman, harus bertanggung jawab. Tahun ini adalah batas akhir kepengurusan PB PBSI yang sekarang, akan selesai bulan November. Karena itu, pengurus daerah kami minta untuk melek dan mengambil tindakan yang benar. Tapi saya tidak tahu, dengar-dengar malah dia mau terus," sambungnya.

Djoko, yang mulai menjabat sebagai ketua umum setelah periode Sutiyoso berakhir, seusai tim Thomas tersingkir mengatakan di Wuhan, China, bahwa dirinya akan merampungkan tugasnya sampai selesai, alias menolak mundur.

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads