Jika Tuntutannya Tak Ditanggapi, Mantan-mantan Pebulutangkis Akan Mengadu ke DPR

Jika Tuntutannya Tak Ditanggapi, Mantan-mantan Pebulutangkis Akan Mengadu ke DPR

Amalia Dwi Septi - Sport
Selasa, 29 Mei 2012 01:27 WIB
Jakarta - Mantan-mantan pebulutangkis Indonesia serius mengkritisi kepengurusan PB. PBSI. Jika tuntutan kepada PBSI tak digubris, mereka akan membawa masalah ini ke Komisi X DPR.

Sejumlah mantan pemain nasional melakukan urun rembuk di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (28/5/2012). Mereka kemudian menelurkan tujuh tuntutannya kepada PB. PBSI.

Menurut Ivana Lie, tuntutan tersebut sebagai bentuk gerakan untuk memperbaiki bulutangkis di Indonesia. Ini mengingat hasil buruk yang didapat tim Indonesia di Piala Thomas-Uber 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

''Ini adalah bentuk gerakan kami demi bulutangkis. Kami akan rangkum hasil pertemuan ini. Ke PBSI dan Kemenpora,'' ujarnya.

Ivana menambahkan, dia dan rekan-rekannya lainnya memberi waktu kepada pengurus PB. PBSI untuk menanggapi tuntutan tersebut. Jika tidak, mereka akan mengandukan masalah ini ke DPR.

''Kami minta PBSI menanggapi tuntutan kami. Secepat mungkin. Kalau tidak ada tanggapan, kami seterusnya akan ke DPR Komisi X yang di mana bertanggung jawab juga di olahraga. Bulutangkis sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Ini jadi sebuah keprihatinan semua. Kami juga menghimbau, agar pemerintah lebih memperharikan bulutangkis,'' ungkap dia.

''Saya berharap berharap PBSI untuk mau mendengarkan dan lakukan perbaikan. Ini bukan kemauan pribadi saya. Ini lebih kepada spontan karena keprihatinan kami,'' tambahnya.

''Kami semua akan segera bertemu dengan pihak Komisi X DPR untuk meminta jalan keluar. Serta menuntut ketua umum PBSI untuk bertanggung jawab,'' timpal Rosiana Tendean.

(mfi/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads