Olimpiade 2004
Flandi/Eng Hian Gagal ke Final
Kamis, 19 Agu 2004 16:05 WIB
Jakarta - Harapan Indonesia untuk meraih medali emas di nomor ganda putra akhirnya kandas setelah pasangan ganda putra yang tersisa di babak empat besar, Flandi Limpele/Eng Hian, tersingkir.Flandi/Eng Hian disingkirkan oleh pasangan Korea Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon dalam dua set, 15-8 15-2.Bermain di Goudi Olympic Hall, Kamis (19/8/2004), Flandi/Eng Hian memulai pertandingan dengan start bagus. Lewat smash-smash keras, angka demi angka berhasil mereka kumpulkan hingga memimpin 3-0. Namun setelah memasuki angka tiga, serangan pasangan Indonesia mulai terbaca oleh Ha/Kim. Ditambah lagi, pasangan Indonesia bermain kurang tenang sehingga banyak pukulan mereka keluar atau nyangkut di net.Meski terus tertinggal, pasangan Korea mampu bangkit. Hasilnya, pada kedudukan 3-7 Ha/Kim berhasil mengejar dan mengunci Flandi/Eng Hian pada angka 8. Pasangan Korea bahkan berbalik unggul 9-8, dan melesat hingga set point 14-8. Indonesia punya kesempatan untuk kembali mendulang angka. Namun setelah terjadi tiga kali perpindahan bola, pasangan Korea akhirnya menutup set pertama dengan skor 15-8. Kalah di set pertama, tampaknya membuat semangat pasangan Indonesia mengendur. Akibatnya pasangan Korea dengan leluasa menghujamkan pukulan-pukulan yang menyulitkan Flandi/Eng Hian. Setelah tertinggal 13-0, Indonesia menuai angka pertama setelah pukulan Flandi gagal diseberangkan oleh Ha. Namun, kesempatan untuk setidaknya menambah angka tak mampu dimanfaatkan oleh pasangan Indonesia. Flandi/Eng Hian hanya mampu menambah satu angka, karena kesalahan yang dibuat oleh seorang pemain Korea. Setelah bermain selama 17 menit, Ha/Kim akhirnya menutup set kedua dengan skor 15-2. Usai pertandingan, Eng Hian mengaku permainannya tak seperti biasa karena dibekap cedera. "Saya cedera. Meskipun kami memang melakukan beberapa kesalahan yang tak perlu namun kami cukup kesulitan dengan arah angin," ujar Eng Hian kepada situs resmi Athena2004. Dengan demikian Indonesia gagal melanjutkan tradisi emas olimpiade dari cabang bulutangkis ganda putra, yang telah dirintis oleh Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Atlanta 1996) dan Chandra Wijaya/Tony Gunawan (Sydney 2000). Dua dari tiga pasangan yang dikirim ke Athena, yaitu Sigit Budiarto/Trikus Harjanto dan Alvin Yulianto/Luluk Hadiyanto, sebelumnya telah kandas di babak kedua dan perempat final. Besok, (10/8), Flandi/Eng Hian dijadwalkan untuk melakoni perebutan medali perunggu melawan pasangan yang kalah dalam pertandingan antara Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korea) vs Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen (Denmark). (mel/)











































