Pencopet HP Taufik Meringkuk di Mapolres Bandara Cengkareng
Selasa, 24 Agu 2004 23:21 WIB
Jakarta - Jono (49), pria nekat asal Surabaya, ikut menyambut kedatangan peraih medali emas Athena 2004 Taufik Hidayat di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Namun, sambutan Jono berbeda dengan sambutan PBSI. Jono nekat mencopet HP dari tangan Taufik.Jono melihat kesempatan muncul saat Taufik dikerubuti wartawan yang hendak mengambil fotonya. Sialnya, belum sempat HP Taufik berpindah tangan, Jono tertangkap basah. Kini Jono terpaksa meringkuk di Mapolres Bandara."Padahal saya sudah mencoba membuka jalan, tapi dihalang-halangi oleh massa dan wartawan yang mau mengambil foto Taufik. Nggak taunya, ada seorang copet yang mengambil kesempatan," tutur Brigadir Polisi Agus Mulyadi, polisi yang menangkap sang pencopet yang tengah beraksi di depan matanya itu.Agus menuturkan kronologis pencopetan itu kepada detikcom yang menghubungi melalui telepon, Kamis (24/8/2004) malam.Dipaparkan dia, Taufik yang mencoba memasuki lapangan upacara, terdesak oleh wartawan dan massa yang ingin menyambut kedatangan sang peraih medali emas Athena di cabang tunggal putra bulutangkis.Taufik yang tengah menenteng handphone Samsung di tangan kanannya, sibuk menghalau kerumunan massa. Jono pun melihat kesempatan di depan matanya. Spontan, Jono langsung merampas HP Taufik."Tapi Taufik langsung menarik tangannya ke atas. Sambil melambaikan tangannya, Taufik teriak-teriak, ada copet, ini copetnya, Pak," tutur Agus. Sambil berteriak, Taufik menunjuk-nunjuk seorang pria botak berbaju hitam.Agus menggambarkan, saat itu Taufik tepat berada di sebelah kirinya. Sedangkan Jono, copet nekat itu, berada di sebelah kanannya. Spontan, Jono, langsung ditangkap Agus dan diamankan ke Mapolres Bandara.Kepada Agus, Jono, pria asal Surabaya itu mengaku kalau kedatangannya di Bandara memang sengaja untuk mencuri. Kini Jono meringkuk di Mapolres Bandara. Jono dianggap melanggar pasal 363 KUHP.Pembawa Umbul Jadi KorbanTernyata, selain Taufik, seorang petugas pembawa umbul-umbul bendera Merah Putih dalam acara penyambutan Taufik, juga menjadi sasaran pencopet. Nasibnya lebih sial dari Taufik. HP milik pelajar SMA itu sukses pindah ke tangan pencopet.Wakapolres Bandara Komisaris Polisi Sri Suari Wahyudi mengatakan, ada seorang pelajar SMA 6 yang juga jadi korban pencopetan. HP Nokia N-Gage pun melayang. Namun sang pelajar tersebut tidak melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian.Kenapa pengamanan kepolisian kendor? "Itulah susahnya. Kami sudah mengatur wartawan untuk tidak mendesak Taufik. Tapi wartawan ngeyel. Kita kan tidak bisa memantau copet yang ada di tengah-tengah kerumunan massa," tukas Sri.Ooh, jadi salah wartawan nih? (sss/)











































