Taufik Ingin Pemerintah Lebih Perhatikan Atlet

Taufik Ingin Pemerintah Lebih Perhatikan Atlet

- Sport
Kamis, 26 Agu 2004 15:12 WIB
Jakarta - Pebulutangkis Taufik Hidayat meminta pemerintah untuk memperhatikan masa depan atlet di kala tak lagi menjadi atlet. Tujuannya adalah sebagai jaminan hari tua atlet, agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari.Pernyataan ini dikemukakkan peraih medali emas Olimpiade Athena itu usai bertemu Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Kamis (26/8/2004).Turut bersama Taufik, para pengurus KONI dan atlet peraih medali yaitu lifter peraih perak Lisa Rumbewas, serta penyumbang perunggu Soni Dwi Kuncoro dan Flandy Limpele/Eng Hian."Kita meminta agar para atlet yang berprestasi dilihat masa depannya karena selama ini kita tak punya masa depan yang jelas," ungkap Taufik. Menurut pemuda berusia 23 tahun ini, tak jelasnya masa depan atlet mengakibatkan orang tua enggan melepas anak-anak mereka menjadi atlet. "Mungkin orang tua lebih berorientasi untuk memasukkan anaknya ke sekolah karena memiliki masa depan lebih baik," ungkapnya lagi. "Menjadi atlet banyak kehilangan waktu belajar, baik buat sekolah maupun keterampilan apapun. Sementara usia atlet terbatas maksimal 28-29 tahun, setelah itu mau kemana?," lanjutnya. Ketika ditanya seperti apa bentuk penghargaan yang sepatutnya diberikan pemerintah, Taufik mengaku tidak tahu. "Tetapi kalau di luar negeri atlet berprestasi maupun tak berprestasi dijamin masa depannya," ucapnya. Sementara itu Ketua Umum KONI Agum Gumelar menyatakan pemerintah perlu meningkatan dan memberi jaminan kepada para atlet dengan menerbitkan UU Olahraga. Dengan adanya UU ini, masa depan atlet menjadi jelas dan dilindungi oleh hukum. Selain UU, Agum juga menyebutkan perlu adanya menteri olahraga tanpa menghilangkan lembaga KONI. Dalam kesempatan yang sama, Agum kembali mengungkapkan kekecewaannya soal keenganan stasiun televisi untuk membeli hak siar olimpiade. Akibatnya, Indonesia merupakan satu-satunya negara peserta yang tak menayangkan langsung pertandingan olimpiade. "Yah, mungkin mereka berpikir atlet kita kurang berprestasi sehingga mereka tak mau membeli hak siar...saya bersyukur kita masih mendapatkan medali karena jika melihat peta olahraga dunia, Indonesia tak diunggulkan," imbuhnya. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads