PBSI Skors Greysia/Meiliana Sampai Awal Desember

PBSI Skors Greysia/Meiliana Sampai Awal Desember

Amalia Dwi Septi - Sport
Selasa, 04 Sep 2012 17:14 WIB
PBSI Skors Greysia/Meiliana Sampai Awal Desember
Michael Regan/Getty Images
Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) akhirnya memutuskan menjatuhkan sanksi pada ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari terkait skandal di Olimpiade 2012.

Hukuman tersebut berupa larangan mengikuti pertandingan di semua kalender PBSI dan BWF (Badminton World Federation) sampai 3 Desember 2012. Selain kedua pemain, sanksi yang sama diberlakukan untuk pelatih Paulus Firman.

"Kami selaku PBSI dan BWF juga telah putuskan untuk memberi sanksi kepada mereka. Setelah mendengar seluruh pihak plus pelatih. Kami memutuskan bahwa tindakan mereka melanggar fairplay," ujar Sekjen PBSI Yacob Rusdianto di Restoran Nusa Dua, Jakarta, Senin (4/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, kami memberi larangan kepada mereka bermain di bawah PBSI dan BWF sampai 3 Desember," lanjutnya.

Greysia/Meiliana termasuk empat pasangan ganda putri yang divonis bersalah dan didepak dari Olimpiade lalu, karena tidak bermain sungguh-sungguh di pertandingan terakhir kualifikasi Grup C. Mereka terlihat sengaja tidak mau menang demi menghindari lawan tertentu di babak berikutnya.

Ketiga pasangan lain adalah dua dari China dan satu dari Korea Selatan, dan mereka termasuk tim pelatihnya telah dijatuhi hukuman masing-masing dari federasinya.

Atas hukuman tersebut, Greysia/Meiliana juga dipastikan tidak bisa mengikuti PON XVIII. Meski demikian, PBSI memberi kesempatan kepada pasangan ganda putri itu untuk mengajukan banding.

"Banding boleh saja, silakan. Tapi lebih baik lagi ini bisa menjadi pelajaran mereka," ujar Yacob.

Sementara itu, pelatih Paulus Firman tak luput dihukum karena merupakan "suatu kesatuan" dengan pemain bersangkutan.

"Karena pemain itu pasti didampingi pelatih. Karena pelatih dan pemain itu suatu kejadian bersamaan. Sebab kesempakatan dalam Olimpic Charter semua harus fairplay. BWF memutuskan melanggar maka PBSI harus patuh," tuntas Yacob.

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads