Serena Williams, Tua-Tua Keladi

Serena Williams, Tua-Tua Keladi

- Sport
Senin, 10 Sep 2012 09:50 WIB
Serena Williams, Tua-Tua Keladi
Al Bello/Getty Images
New York - Jika kondisi fisiknya tak terganggu, Serena Wiliams selalu mengerikan buat lawan-lawannya. Di usia yang sudah masuk kepala tiga, ia membuktikan kehebatannya yang belum lekang itu.

Tampil di final AS Terbuka hari Minggu (9/9/2012) malam waktu setempatnya, di Arthur Ashe Stadium, New York, Serena berhasil mengalahkan pemain favorit Victoria Azarenka lewat pertarungan ketat yang berakhir 6-2 2-6 7-5.

Dengan umurnya yang akan 31 tahun minggu depan, Serena menjadi petenis tertua pernah menjuarai turnamen Grand Slam ini dalam hampir empat dekade terakhir. Hanya Margaret Court yang lebih tua daripada dirinya saat mencetak prestasi tersebut. Kala memenangi titel di tahun 1973, Court sudah menginjak 31 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serena juga menambah gelar Grand Slam-nya menjadi total 15 (di nomor singel). Di era Open, ia hanya kalah banyak dari Stefi Graff (22) dan Chris Evert serta Martina Navratilova, yang masing-masing memiliki koleksi 18 titel.

"Jujur, aku tidak percaya bisa menang," tutur Serena usai pertandingan, dikutip Reuters. "Yang aku persiapkan adalah pidato sebagai runner-up, karena dia (Azaranka) sedang bermain sangat hebat. Aku sungguh terkejut."

Serena memenangi turnamen besar pertamanya di usia 17 tahun, di AS Terbuka 1999. Kemudian, selama 13 tahun berikutnya, ia masih bertahan di level puncak. Ia memenangi Australia Terbuka lima kali, Prancis Terbuka satu kali, Wimbledon lima kali, dan AS Terbuka empat kali. Serena juga mengoleksi medali emas Olimpiade di tahun ini (2012).

"Yeah, tiga dekade -- 90-an, 2000-am, 2010-an. Keren," seloroh satu-satunya petenis putri yang telah meraup lebih dari 35 juta dolar AS dari berbagai turnamen itu.

Di periode pertama dominasinya, Serena memang "menakutkan" semua rivalnya. Skill teknis yang sangat tinggi, plus tubuhnya yang besar membuat banyak lawan-lawannya minder duluan sebelum bertanding.

Mengenai sosok fisik Serena, Andy Roddick pernah jadi bahan olok-olok teman-temannya karena suatu kali kalah dalam latih tanding Serena saat mereka masih anak-anak. Bukan cuma Roddick, Serena dulunya memang sering mengalahkan anak-anak laki-laki.

Kalau ada sesuatu yang paling sering menghambat performanya adalah cedera. Ia pernah absen delapan bulan setelah lutut kirinya dioperasi di tahun 2003. Juga, beberapa hari setelah menjuarai Wimbledon 2001, Williams menginjak gelas pecah saat hendak keluar dari sebuah restoran di Jerman. Ia dioperasi lagi.

Serena juga pernah didiagnosa mengidap gangguan berupa gumpalan darah di paru-paru, sehingga memerlukan perawatan yang serius.

Meski sering diganggu masalah kesehatan, jika fisiknya dalam keadaan oke – dan mampu mengatasi problem temperamennya -- Serena masih mampu berprestasi tinggi. Kemenangannya hari ini adalah buktinya.

"Ini tahun pertama … sejak lama sekali, aku tidak kehilangan ketenangan dalam bermain," ungkap petenis yang pernah enam kali menyandang status sebagai pemain nomor satu dunia itu.


(a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads