Kuznetsova Juara di Kelompok Putri

AS Terbuka

Kuznetsova Juara di Kelompok Putri

- Sport
Minggu, 12 Sep 2004 11:39 WIB
Jakarta - Duel All Russian Final turnamen AS Terbuka 2004 di kelompok putri akhirnya dimenangkan Svetlana Kuznetsova. Ia berhak menyabet tropi juara setelah mengalahkan Elena Dementieva, 6-3 7-5.Ini adalah kali pertama dalam sejarah pertenisan dunia di mana tiga pemain Rusia merebut gelar juara di tiga turnamen Grand Slam Berturut-turut. Empat bulan lalu Anastasia Myskina menundukkan Dementieva di final Prancis Terbuka, lalu Maria Sharapova menjuarai Wimbledon. Setengah dari 10 petenis putri terbaik dunia saat ini berasal dari Negeri Beruang Merah.β€œRusia memang negara yang kuat. Ada kompetisi di antara kami,” kata Kuznetsova, 19, juara termuda AS Terbuka sejak Serena Williams berumur 17 tahun di tahun 1999.Usai memenangi pertandingan Kuznetsova menaiki tribun penonton untuk menghampiri dan berpelukan dengan keluarganya termasuk partnernya di nomor ganda, martina Navratilova, dan pelatih Sergio Casal.Casal sudah melatih Kuznetsova sejak ayah Kuznetsova mengirim anak perempuannya yang baru berusia 15 tahun itu ke Barcelona, Spanyol. Sang ayah sendiri adalah pelatih balap sepeda yang telah melahirkan lima juara Olimpiade dan juara dunia, termasuk ibu Kuznetsova, dan seorang kakak laki-lakinya yang merebut medali perak di Olimpiade 1996.β€œMereka semua atlet balap sepeda,” tutur Kuznetsova. β€œAyahku bilang: β€˜Dia harus melakukan sesuatu yang lain.”Kuznetsova sebenarnya sempat menekuni olahraga balap sepeda, tapi langsung menyerah setelah mengikuti perlombaan keduanya. Setelah memutuskan berkarir di dunia tenis karirnya juga langsung mulus. Pada debutnya di turnamen Grand Slam Australia Terbuka dan Wimbledon tahun ini, ia sudah tumbang di babak pertama. Meskipun saat ini ia adalah petenis peringkat sembilan dunia, namun namanya belum populer. Buktinya, ia masih bisa leluasa menikmati kota New York menjelang babak final tanpa β€œdiganggu” oleh fans. Berbeda misalnya dengan Sharapova yang sudah menjelma sebagai bintang.Sebelum partai final ini dimulai, Minggu (12/9/2004) pagi WIB, semua orang yang berada di stadion, bersama 20.524 penonton, mengheningkan cipta untuk mengenang tragedi 11 September 2001 maupun serangan para teroris di sebuah sekolah di Rusia belum lama ini.Kedua finalis mengenakan ban hitam untuk mengenang ratusan korban Rusia dan mereka keluar dari ruang pemain dengan mengenakan topi baseball berwarna biru dengan tulisan β€œFDNY” dan β€œNYPD” untuk menghormati polisi dan pemadam kebakaran kota New York.β€œIni adalah hari yang luar biasa buatku sebagai pemain tenis. Ini merupakan hari untuk dikenang. Anda kehilangan ratusan orang pada 11 September 2001, dan pada 1 September 2004 kami kehilangan ratusan anak-anak,” ujar Dementieva dalam pidatonya saat menerima penghargaan. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads