Federer baru melewati ujian pertamanya di Australia Terbuka 2013 dengan kemenangan 6-2, 6-4, dan 6-1 atas Benoit Paire, Selasa (15/1/2013). Cuaca saat itu terbilang tak terlalu menyengat, dengan suhu mencapai sekitar 28 derajat Celsius.
Ujian berat untuk Federer boleh jadi baru akan ia hadapi di partai berikutnya, Kamis (17/1), saat suhu diprediksi menyentuh angka 39 derajat Celsius. Terlebih saat itu ia akan menghadapi lawan yang tak bisa dipandang sebelah mata, yakni mantan petenis peringkat tiga dunia Nikolay Davydenko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku pikir ia takkan bisa menandingi mereka (dalam cuaca panas) tapi aku pikir ia juga ahli dalam menangani hal-hal yang di luar dugaan," komentar Mats Wilander, mengamini komenter sejenis dari John McEnroe.
Jika Anda memikirkan Novak dan Andy, pada titik tertentu mereka sedikit lebih mengunggulinya," lanjut peraih tiga gelar juara Australia Terbuka itu.
Pun demikian, Federer berusaha menepis keraguan tersebut. Juara Australia Terbuka 2004, 2006, 2007, dan 2010 itu menyatakan kondisi dirinya masih cukup oke untuk bertarung di bawah sengatan matahari ekstrem.
"Tentu saja (itu) memiliki efek besar, tapi aku tak merisaukan panas dalam aspek apapun. Aku sudah berlatih dan memainkan banyak pertandingan selama bertahun-tahun di bawah panas," katanya di Reuters.
"Aku nyaris menempatkan diriku sebagai unggulan atas lawanku dalam suu panas. Tentu saja jika Anda mendapatkan partai di bawah suhu panas, Anda akan berusaha tak berlama-lama. Tetapi bagaimanapun juga, mau bagaimana lagi jika memang harus begitu. Itu bagian dari permainan," lugas Federer.
(krs/mfi)











































