Sharapova, yang unggulan dua, memulai kiprahnya di grand slam pertama tahun 2013 tersebut dengan kemenangan 6-0, 6-0 atas Olga Puchkova. Inilah bagel dobel pertamanya--hasil 6-0 dalam satu set permainan tenis acapkali disebut bagel yang merupakan sejenis roti kering dengan bentuk bulat yang mirip angka 0.
Di partai kedua Sharapova kembali tidak kehilangan satu gim pun dan menang 6-0, 6-0 atas Misaki Doi. Petenis Rusia yang pernah menempati peringkat satu dunia itu pun mencatatkan bagel dobel keduanya secara beruntun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sharapova sendiri sudah berusaha mengesampingkan catatan tersebut karena fokusnya saat ini hanyalah satu. "Aku bukan ingin dikenal dengan statistik itu. Aku ingin dikenal karena memenangi titel-titel grand slam," tegas Sharapova yang pernah meraih masing-masing satu titel juara di empat grand slam itu.
Dalam usahanya mewujudkan hal tersebut, barulah kini Sharapova mendapatkan lawan yang cukup sepadan dan lebih tangguh dibandingkan dengan dua lawan sebelumnya. Ia adalah Venus Williams, peraih tujuh titel grand slam--meski belum pernah di Australia Terbuka.
Seperti Sharapova, Venus juga pernah menjadi petenis putri terbaik dunia. Kemampuannya pun masih amat diwaspadai lawan, termasuk Sharapova, kendatipun Venus kini cuma menjadi unggulan 25 setelah sejumlah cedera dan kendala kesehatan.
"Terlepas dari fakta bahwa ia tidak berada di unggulan teratas atau sempat tidak bermain untuk beberapa waktu, ia masih tetap seorang pemain yang sangat berpengalaman dan atlet luar biasa," komentar Sharapova di Reuters.
"Anda sudah pasti tahu kemampuannya. Tetapi ketika ada di lapangan, Anda tak memikirkan berapa gelar yang sudah ia menangi atau berapa banyak pengalamannya."
"Anda berpikir apa yang diperlukan untuk mengatasi sebuah situasi tertentu dan meraup sebanyak mungkin poin untuk menang," tegasnya memaparkan.
(krs/mfi)











































