Wawrinka menunjukkan bahwa dirinya bukan petenis sembarangan. Menghadapi Djokovic di babak keempat Grand Slam Australia Terbuka, Minggu (20/1/2013), petenis Swiss itu mampu merepotkan sang juara bertahan.
Setelah mengalahkan Djokovic di set pembuka dengan skor telak 6-1, Wawrinka menurun di dua set berikutnya dan kalah 5-7, 4-6. Wawrinka kembali memberi perlawanan sengit di set keempat dan lagi-lagi mengalahkan Djokovic, kali ini lewat tie-break 7-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir inilah pertandingan terbaik yang pernah saya mainkan, khususnya dalam lima set melawan pemain nomor satu dunia," aku Wawrinka sambil menyeka air matanya, seperti dikutip Reuters.
"Pada akhirnya, saya sangat, sangat dekat. Jadi, tentu saja saya sangat sedih. Namun, saya pikir lebih banyak positifnya daripada negatifnya," katanya.
"Pada akhirnya, dia masih di sana. Dia bermain bagus. Kami berdua lelah, tapi saya bertarung habis-habisan," ujar petenis 27 tahun ini.
Sementara itu, Djokovic menganggap duelnya dengan Wawrinka sudah seperti final saja. Dia juga teringat dengan final tahun lalu melawan Rafael Nadal yang berdurasi hampir enam jam.
"Kita baru setengah jalan di turnamen, tapi ini terasa seperti final buat saya," ungkapnya.
"Dia juga layak menjadi pemenang laga ini. Malam ini dia menunjukkan kualitasnya. Dia agresif di atas lapangan dan saya cuma pasif mencoba bertarung," kata petenis Serbia ini.
"Saya selalu yakin bisa memenangi pertandingan dan saya sangat senang bisa lolos ke babak berikutnya. Ini tentu saja membawa kembali kenangan tahun lalu bersama Rafa," tutur Djokovic.
Di babak perempatfinal, Djokovic akan berhadapan dengan unggulan kelima Tomas Berdych. Berdych lolos setelah menyingkirkan Kevin Anderson 6-3, 6-2, 7-6.
(mfi/din)











































