Angie Butuh Komitmen di Tenis

Yayuk:

Angie Butuh Komitmen di Tenis

- Sport
Selasa, 14 Sep 2004 19:25 WIB
Nusa Dua - Sejak menjuarai Tenis Wismilak International 2002 prestasi Angelique Widjaja kian meredup. Untuk memacu prestasi, Angie memerlukan konsultan pelatih dan mencurahkan komitmen di dunia tenis."Angie dan pelatihnya (Dedy Tedjamukti) bisa menggunakan konsultan. Dan Dedy masih bisa tetap di situ (melatih)," kata petenis senior Yayuk Basuki pada jumpa pers Tenis Wismilak International 2004 di Grand Hyatt, Nusa Dua Bali, Selasa (14/9/2004). Yayuk menceritakan keberhasilan dirinya ketika didampingi konsultan ketika tampil di Wimbledon tahun 1997. Saat itu ia didampingi konsultan asal Amerika Bill Tim. Meskipun baru ditemani dua minggu, berkat kehadirannya Yayuk bisa menembus babak perempatfinal. "Padahal dulu-dulunya hanya babak empat terus," katanya.Kehadiran konsultan memberikan motivasi dan semangat bertanding tinggi bagi Yayuk. Padahal saat itu, menginjak usai 27 tahun, prestasi Yayuk mulai menurun. "Dengan saya melihat dia (Bill Tim) di lapangan, saya merasakan adanya nilai positif, sehingga bisa tembus perempatfinal," katanya. Namun Yayuk mengatakan, biaya bisa menjadi kendala untuk mendatangkan seorang konsultan bagus. Persoalannya mungkin biaya untuk mendatangkan konsultan siapa yang menanggung. β€œDi situ mungkin perlu sponsor," katanya.Selain membutuhkan konsultan, seiring merosotnya prestasi Angie, Yayuk meminta mojang Bandung ini lebih berkomitmen dan dedikasi di tenis profesional. "Karena kita sudah di sana (tenis). Dalam hal apa saja, dengan komitmen bisa kita lewati masa-masa sulit," katanya."Di tenis profesional kita harus komitmen bahwa tenis adalah sebuah pekerjaan. Kita mesti tahu apa kewajiban seperti mengatur jadwal latihan, mengatur makanan sehingga tetap prima. Untuk maju kita komitmen pada diri sendiri," saran Yayuk.Ayu Fani Tingkatkan PowerMeskipun sudah menghilang dari lapangan tenis, Yayuk tetap menaruh komitmen besar. Ia tetap menaruh perhatian terhadap petenis muda usia Indonesia, seperti Sandy Gumulya, Septi Mende dan Ayu Fani Damayanti.Untuk Ayu yang baru saja tersingkir di babak pertama Tenis Wismilak 2004, Yayuk memiliki saran jitu. "Ayu saya lihat punya potensi. Karena dia punya tipe yang lain. Dia punya modal senjata pamungkas. Cuma power perlu ditambah dan postur tubuh ditambah juga. Dijamin bisa bersaing dengan petenis lain," demikian pengamatan Yayuk. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads