Rubin Gelar Coaching Clinic, Dulko Dkk Berdoa di Pura

Tenis Wismilak International

Rubin Gelar Coaching Clinic, Dulko Dkk Berdoa di Pura

- Sport
Kamis, 16 Sep 2004 12:10 WIB
Nusa Dua - Banyak cara yang bisa dilakukan para pemain jika tidak sedang bertanding. Jika Chanda Rubin menggelar coaching clinic, Jelena Jankovic dan dua rekannya mengunjungi pura untuk berdoa.Didampingi pelatihnya Benny Sims, di lapangan utama Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (16/9/2004), Rubin berbagi ilmu kepada sekitar 50 anak yang merupakan ball boys dan ball girls yang bertugas selama turnamen Wismilak Internasional 2004 diadakan. Kebanyakan para peserta cara ini berumur sekitar 10-15.Seperti dipantau oleh Detikcom, mereka tampak antusias saat Sims memberikan pengarahan dan contoh pukulan yang dperagakan oleh Rubin. Mereka menerima tips-tips untuk mengarahkan bola dari pelatih Amerika Serikat ini. Bukan hanya peserta, Rubin, yang dihari sebelumnya roma mukanya kecewa karena kalah, hari ini terlihat gembira bertemu dengan anak-anak yang merupakan petenis muda. Runner up tahun lalu ini memberikan pekajaran forehand dan backhand yang benar.Pemain Berdoa untuk PerdamaianSementara itu tiga petenis cantik, yakni Gisela Dulko, Mario Vento-Kabchi, dan Jelena Jankovic tampak mendatangi Pura Taman Sari yang terletak di komplek Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (16/9/2004) menjelang siang waktu setempat untuk berdoa.Mereka memakai pakaian adat Bali dan di telinganya terselip bunga kamboja. Acara doa ini dipimpin oleh seorang Mangku berlangsung sekitar 15 menit dan mereka terlihat khusyuk melakukannya. Jankovic dan Dulko duduk di depan dan di belakangnya Vento-Kabchi bersimpuh. Namun ketiga petenis tersebut rupanya tidak begitu kuat melakukan duduk seperti itu dan akhirnya kedua kalinya kakinya disorongkan ke samping. "Tentu saja saya berdoa untuk perdamaian dan kesehatan keluarga saya. Ceremony ini sangat berkesan untukku. Apalagi memakai baju cantik yang belum pernah saya pakai. Tahun depan mungkin saya akan datang kembali," kata Dulko, petenis asal Argentina, kepada Detikcom. Unggulan kedelapan dari Serbia & Montenegro, Jankovic, selain berdoa unutuk perdamaian, ia juga berdoa agar dapat menang di turnamen ini. "Saya tadi juga berdoa untuk menang di turnamen ini. Saya suka sekali dengan Bali dan saya akan datang kembali," ujarnya.Foto: Gisela Dulko khusyuk berdoa di Pura. (erk/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads