Li pertama kali menembus final Australia Terbuka pada tahun 2011. Itulah kali pertama petenis China itu lolos ke partai puncak sebuah turnamen Grand Slam.
Tapi, di tahun tersebut Li cuma jadi runner-up. Dia ditundukkan oleh petenis Belgia, Kim Clijsters, lewat duel tiga set yang berakhir 6-3, 3-6, 3-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lagi-lagi Li dijauhi dewi fortuna. Meski sudah berjuang mati-matian sepanjang tiga set, bahkan sempat cedera engkel dua kali di tengah pertandingan, petenis berusia 30 tahun itu tetap tak bisa membendung Azarenka. Dia kalah 6-4, 4-6, 3-6.
"Saya harus memberi selamat kepada Victoria, sebuah hasil fantastis dalam waktu dua tahun," ungkap Li seusai laga, seperti dikutip Reuters.
"Terima kasih kepada tim saya. Dua pekan yang lalu, saya benar-benar harus mengatakan bahwa saya membenci tim saya karena mereka terus mendorong saya," lanjutnya.
"Tapi, saya pikir itu tidak buruk. Jadi, saya harus diam dan lanjut terus," kata juara Prancis Terbuka 2011 ini.
Meski usianya sudah tidak muda lagi, Li tetap menyimpan harapan untuk bisa juara di Australia Terbuka suatu saat nanti. Dia bertekad untuk mencoba lagi peruntungannya tahun depan.
"Saya tahu saya tidak muda lagi. Saya masih harus mengatakan bahwa saya menantikan tahun depan," ujarnya.
(mfi/nds)











































