Terkait Doping, Murray Minta Lebih Banyak Tes Darah di Tenis

Terkait Doping, Murray Minta Lebih Banyak Tes Darah di Tenis

Kris FW - Sport
Selasa, 05 Feb 2013 09:49 WIB
Terkait Doping, Murray Minta Lebih Banyak Tes Darah di Tenis
AFP/Greg Wood
London - Cabang olahraga balap sepeda sedang mendapat hantaman sehubungan dengan skandal doping Lance Armstrong. Tak rela jika hal serupa menimpa dunia tenis, Andy Murray pun berharap proses antisipasi dilakukan dengan lebih ketat lagi.

Doping di dalam olahraga menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa waktu terakhir, seiring munculnya skandal Armstrong. Tujuh gelar juara Tour de France miliknya dicabut munculnya investigasi dari Badan Anti Doping Amerika Serikat. Belakangan, pebalap sepeda asal Amerika Serikat itu juga mengaku telah menggunakan zat terlarang dalam kariernya.

Pada prosesnya, skandal di balap sepeda itu berimbas kepada cabang-cabang olahraga lain. Merebak pertanyaan dan kecurigaan apakah atlet-atlet terkemuka di cabang lain juga mengonsumsi doping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belakangan saya sudah sering ditanya jika tenis bersih atau tidak, tapi saya tidak tahu bagaimana Anda menilai bersih-tidaknya sebuah cabang olahraga," kata Murray di Reuters.

"Jika satu dari 100 pemain menggunakan doping, menurut saya itu bukanlah olahraga bersih. Kami harus mengusahakan segalanya untuk memastikan bahwa semua yang berkompetisi di level tertinggi dan di bawahnya bersih."

"Itu berarti tes darah dan biologis yang lebih banyak. Saya tahu porsi latihan yang saya gunakan dan saya tahu apa yang keluar-masuk tubuh saya, dan dari sudut pandang sendiri saya tahu bahwa saya bersih dan saya berharap para petenis lain pun seperti itu," papar petenis putra peringkat tiga dunia itu.

Komentar Murray tersebut muncul setelah tahun lalu Roger Federer, petenis peringkat dua dunia pengoleksi 17 gelar grand slam, juga menyatakan bahwa jumlah tes darah di tenis sudah menurun. "Memang perlu ada lebih banyak lagi tes darah," tegas Murray.

"Tahun lalu saya menjalani banyak tes, khususnya selama Prancis Terbuka dan Wimbledon, dan sepanjang AS Terbuka, tapi saya pikir itu lebih dikarenakan adanya Olimpiade."

"Satu-satunya cara meningkatkan prosedur tes adalah dengan adanya lebih banyak tes darah. Uang harus dikeluarkan untuk itu tapi saya pikir dalam jangka panjang ini akan layak karena bakal ada lebih banyak orang yang datang untuk menyaksikan pertandingan tenis, alih-alih cuma membaca mengenai skandal doping atau pengaturan skor setiap pekan."

"Saya tak tahu berapa uang yang digunakan ITF dan ATP untuk tes doping, tapi jika masalahnya adalah biaya, kalau itu berarti harus mengambilnya dari penghasilan pemain maka itulah yang harus dilakukan. Tenis harus mencermati benar apa yang terjadi dengan situasi Lance Armstrong. Kami tak ingin itu terjadi. Buat olahraga saya, itu akan buruk sekali," lugasnya.

(krs/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads