Soal semakin minimnya jumlah tes doping yang dilakukan ATP bukan kali ini saja dipertanyakan. Sebelumnya Novak Djokovic dan Andy Murray sudah melontarkan pernyataan serupa, dengan keduanya berharap otoritas yang berwenang serius memerangi penggunaan obat-obatan terlarang di olahraga tersebut.
"Saya tidak menjalani tes darah setelah Australia Terbuka dan saya bilang ke orang yang bertanggung jawa akan hal itu kalau kejadian itu mengejutkan saya," sahut Federer seperti diberitakan BBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Federer mengusulkan dikeluarkannya paspor biologis, seperti yang sudah dilakukan UCI (Union Cycliste Internationale/Otoritas Bersepeda Internasional). Sejak tahun 2008 UCI sudah mengeluarkan paspor bilogis tersebut yang digunakan untuk menguji contoh darah yang diambil dan untuk kemudian dibandingkan dengan profil darah asli sang pebalap. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jika ada substansi baru dalam kandungan darah.
"Paspor darah akan penting karena beberapa substansi tak bisa ditemukan (berada dalam darah) sekarang ini. Tapi seharusnya juga lebih banyak dilakukan tes darah dan kontrol di luar kompetisi," sambung petenis 31 tahun itu.
(din/mrp)











































