Demikian hasil voting dalam rapat yang dilakukan Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss, Selasa (12/2/2013) waktu setempat. Bulutangkis masuk dalam daftar 25 cabang olahraga utama yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020, yang hak tuan rumahnya masih diperebutkan oleh Istanbul, Tokyo, dan Madrid.
Masuk dalam 25 cabang olahraga utama tersebut adalah atletik, dayung, basket, tinju, kano, bersepada, berkuda, anggar, sepakbola, senam, angkat besi, bola tangan, hoki, judo, renang, pentathlon modern, taekwondo, tenis, tenis meja, menembak, panahan, triathlon, layar dan bola voli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih diperlombakannya bulutangkis di Olimpiade jelas jadi kabar menggembirakan buat Indonesia karena itulah satu-satunya cabang yang pernah memberi medali emas. Indonesia dapat emas dari bulutangkis sejak pertama diperlombakan pada Olimpiade 1992, dan terus menjaga tradisi tersebut di 1996, 2000, 2004 dan 2008.
Sayangnya, tahun lalu di London 2012 tak satupun pebulutangkis Indonesia masuk ke final untuk bisa mempertahankan tradisi emas tersebut.
Gulat Terancam Dicoret
Kabar mengejutkan dari rapat Dewan Eksekutif IOC adalah keputusan untuk mengesampingkan gulat dari Olimpiade 2020. Gulat adalah cabang olahraga tertua Olimpiade yang masih diperlombakan sampai London 2012 lalu.
Gulat tercatat sudah ada sejak Olimpiade kuno digelar, dan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan saat Olimpade modern pertama dihelat tahun 1896 silam.
Tak masuk dalam daftar 25 cabang olahraga utama, gulat berada di kelompok delapan cabang olahraga (baseball/softball, karate, roller sports, mendaki, squash, wakeboarding dan wushu) yang masih menunggu rekomendasi. Meski keputusan final baru akan diambil pada September mendatang, diyakini gulat tetap akan tersingkir dan tak diperlombakan lagi dari Olimpiade.
Foto: Markis Kido dan Hendra Setiawan meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008 (Getty Images)
(din/mfi)











































