Mengejar Mimpi Jadi Pemain Pelatnas Cipayung

Mengejar Mimpi Jadi Pemain Pelatnas Cipayung

- Sport
Rabu, 20 Feb 2013 19:00 WIB
Mengejar Mimpi Jadi Pemain Pelatnas Cipayung
Detikfoto/Rengga Sancaya
Jakarta - Menjadi pemain pelatnas PBSI di Cipayung boleh jadi merupakan mimpi setiap pebulutangkis Indonesia. Beberapa pemain pun sudah mempersiapkan diri sejak masih berusia belia.

Di Taufik Hidayat Arena, Ciracas, Jakarta Timur, pada 18 Februari hingga 2 Maret 2013 sedang berlangsung kegiatan Milo Camp.

Ajang itu merupakan kesempatan bagi delapan orang juara Milo School Competition (MSC) 2012 untuk menimba ilmu langsung dari peraih medali emas Olimpiade, Taufik Hidayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delapan pebulutangkis muda itu adalah Anthony Sinisuka Ginting, Fitri Ayu Nawang Wulan, Achmad Fasich, Daru Megananda, Aswin Maharani, Merta Fransiska, Cahya Christian, dan Sri Fatmawati.

Dua hari menjalani latihan bersama Taufik dan pelatihnya, Mulyo Handoyo, mereka pun sudah memiliki suatu kesan. Salah satunya diungkapkan oleh pebulutangkis asal Malang, Achmad Fasich.

"Latihan fisik di sini berbeda (lebih melelahkan). Setiap sore kami menjalani latihan fisik," jelas Achmad kepada para pewarta di konfrensi pers Milo Camp, Rabu (20/2/2013) siang.

Kesan yang sama juga dilontarkan oleh pemain asal Probolinggo, Cahya Christian, yang merupakan juara tunggal putra di kategori sekolah dasar.

"Latihan fisiknya melelahkan. Salah satu bentuknya adalah lari keliling lapangan," sebut Cahya.

Namun, semua rasa lelah itu kontan terbayar jika berhasil meraih mimpi menjadi pemain pelatnas Cipayung seperti yang sudah diraih oleh Anthony Sinisuka Ginting. Juara tunggal putra MSC 2012 kategori SMP itu dipanggil masuk pelatnas Cipayung mulai 14 Januari lalu.

"Sebelas tahun bermain bulutangkis sejak umur enam tahun, saya akhirnya bisa mewujudkan mimpi menjadi pemain pelatnas Cipayung," jelas Anthony.

"Saya kaget waktu diberitahu oleh teman bahwa saya masuk Cipayung, sebab surat resminya justru belakangan," imbuh pemain yang juga memenangi kompetisi sirkuit nasional di Bandung tahun lalu.

Melihat Anthony yang sudah berhasil menjadi pemain pelatnas, Cahya juga terlecut semangatnya untuk meraih prestasi yang sama. Pemain yang sudah bermain bulutangkis sejak duduk di bangku taman kanak-kanak itu berujar bakal berlatih lebih keras.

"Saya akan berlatih lebih keras untuk mewujudkan impian agar bisa masuk pelatnas Cipayung," ucap pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu.

Sementara Anthony yang sudah berhasil menggapai impiannya, lantas tak mau berpuas diri.

"Masuk ke pelatnas Cipayung bukanlah sebuah akhir. Saya akan tetap berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi," jelas anak keempat dari lima bersaudara itu.


(cas/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads